Indonesia–Singapura Perkuat Sinergi Pertahanan Lewat Diplomasi Strategis dan Forum DCC ke-2

Jakarta, IDM – Kunjungan kehormatan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Sekjen Kemhan RI), Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, kepada Menteri Pertahanan Singapura, Chan Chun Sing, menandai langkah penting dalam memperkuat hubungan bilateral pertahanan kedua negara.
Pertemuan yang berlangsung di Markas Besar Kementerian Pertahanan Singapura ini mencerminkan komitmen bersama untuk membangun stabilitas kawasan melalui kemitraan strategis yang inklusif dan saling menghormati.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda perkenalan Letjen TNI Tri Budi Utomo di Singapura yang berlangsung pada 6–8 Juli 2025, sekaligus posisinya sebagai Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam Forum Defence Cooperation Committee (DCC) ke-2 RI–Singapura.
Baca Juga: Lanud ZAM Kerahkan Satu Peleton untuk Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Mataram
Bertempat di Pan Pacific Marina Bay Hotel, forum ini mempertemukan pejabat tinggi kedua negara untuk mengevaluasi implementasi Defence Cooperation Agreement (DCA) serta merumuskan arah kerja sama strategis di masa mendatang.
Dalam forum tersebut, kedua delegasi sepakat bahwa pelaksanaan DCA menunjukkan hasil yang positif dan menjanjikan.
Beberapa inisiatif baru turut dibahas, seperti rencana pelaksanaan Patroli Udara Terkoordinasi Bersama yang diharapkan dapat memperkuat respons regional terhadap potensi ancaman lintas batas.
Baca Juga: Terima Kunjungan KSAD Singapura, Panglima TNI Perkuat Komunikasi Militer
Selain itu, kedua pihak menyepakati pelaksanaan DCC ke-3 di Jakarta tahun depan, sebagai bukti konsistensi dan komitmen terhadap kerja sama berkelanjutan.
Menutup rangkaian kunjungan, Sekjen Kemhan RI juga mengunjungi SAFTI City dan Counter-Terrorism Information Facility (CTIF) di Republic Singapore Ship (RSS) – Pangkalan Angkatan Laut Changi.
Di SAFTI City, yang dikenal sebagai pusat pelatihan multi skenario urban (perkotaan) termutakhir, Tri Budi melihat langsung pemanfaatan teknologi simulasi canggih dalam menciptakan lingkungan latihan realistis bagi Angkatan Bersenjata Singapura.
Baca Juga: Poltekad TNI AD Ciptakan Water Treatment, Solusi Air Minum Praktis untuk Prajurit di Medan Operasi
Sementara itu, di CTIF, fokus kunjungan diarahkan pada penguatan sinergi multilateral dalam menghadapi ancaman terorisme global.
Kunjungan ini bukan hanya simbol diplomasi pertahanan, melainkan momentum strategis untuk membangun kepercayaan, memperluas ruang kolaborasi, dan memperkuat kapasitas kawasan menghadapi tantangan keamanan masa kini dan mendatang. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































