Indonesia Kirim 2 Perwira Paspampres Belajar Militer ke AS

Jakarta, IDM – Indonesia mengirimkan dua perwira Pasukan Pengamanan Presiden belajar militer di Amerika Serikat. Dua perwira ini dilepas langsung oleh Komandan Paspampres (Danpaspampres) Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha, Jumat (12/6).
Dilansir dari keterangan PPID Paspampres, dua prajurit tersebut adalah Mayor Mar Puji Wahdini dan Kapten Cpm Ryanda Catur Arhanudya.
Baca Juga: Indonesia dan Negara-negara ASEAN Berbagi Data Intelijen Tekan Risiko Terorisme dan Ancaman Siber
Dijelaskan Mayor Mar Puji Wahdini sehari-hari berdinas sebagai Wakil Komandan Detasemen-4 Grup B Paspampres, akan mengikuti United States Marine Corps Command and Staff College pada 6 Juli 2026 hingga 16 Juni 2027.
Sedangkan Kapten Cpm Ryanda Catur Arhanudya, Komandan Kompi Pengawal Istana A Batalion Pengawal Protokoler Kenegaraan Paspampres akan mengikuti International Officer Intelligence Captains Career Course pada 30 Juni hingga 18 Desember 2026 di Fort Huachuca, Arizona.
Baca Juga: Indonesia Buka Peluang Penguatan Kerja Sama Pertahanan dan Pendidikan Militer dengan Jerman
Edwin pada kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas kehormatan yang diperoleh oleh kedua prajurit serta berpesan agar kesempatan ini dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan profesional.
Ia berharap para prajurit dapat menyerap ilmu pengetahuan dan pengalaman terbaik guna mendukung bekal pengabdian kepada bangsa dan negara.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































