Indonesia Berkomitmen Implementasikan AOIP Demi Perdamaian Kawasan Indo-Pasifik

Jakarta, IDM - Indonesia melalui sentralitas ASEAN akan tetap berkomitmen untuk mengimplementasikan ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) demi perdamaian dan kemakmuran yang berkelanjutan di kawasan Indo-Pasifik.
Baca Juga: Kemhan Kirim Dua Taruna Akademi TNI Studi di Amerika Serikat
Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) M. Herindra saat bertemu Panglima Komando AS di Indo-Pasifik (U.S. Indo-Pacific Command/USINDOPACOM), Admiral Samuel J. Paparo beserta jajarannya di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (13/6).
Lebih lanjut dalam pertemuan ini dibahas juga kerja sama pertahanan bilateral antara Indonesia dan AS. Kedua pihak juga saling memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan antara kedua negara yang telah terjalin sejak 1967. Selain itu, dibicarakan pula tentang dukungan AS terhadap modernisasi peralatan pertahanan Indonesia dan kerja sama dalam bidang keamanan maritim.
Baca Juga: TNI AL Gelar Pembinaan Pertahanan Wilayah Bahari
“Terima kasih atas diskusi produktif hari ini. Saya menantikan kolaborasi yang berkelanjutan dan memperkuat ikatan antarnegara kita,” ujar Wamenhan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































