Indonesia Beri Bantuan Militer 500 US Dollar kepada Kamboja

Jakarta, IDM – Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyerahkan bantuan militer kepada Kamboja berupa senapan, pistol, dan amunisi senilai $500.000 (US Dollar) beberapa waktu yang lalu.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, dalam sebuah upacara di Bandara Internasional Phnom Penh. Mewakili pihak Kamboja adalah Jenderal Mao Sophan, Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja (RCAF) dan Panglima Angkatan Darat Kamboja.
Baca Juga: TNI AU Bentuk Satuan Tugas Udara Pengamanan VVIP IAF dan HLF MSP 2024 di Bali, Ini Tugasnya
Bantuan hibah peralatan militer meliputi 150 senapan SS2-V5 A1, 20 pistol G2 Elite, 500.000 butir amunisi 5,56x45mm dan 500.000 butir amunisi 9x19mm yang dibawa dengan pesawat TNI AU Super Hercules C130J.
"Saya gembira melihat bahwa hubungan yang kuat seperti itu telah menjadi dasar bagi peningkatan signifikan kerja sama bilateral kita di berbagai bidang dalam beberapa tahun terakhir. Kami merasa terhormat untuk melakukan ini di saat kita merayakan 65 tahun hubungan diplomatik kita," kata Santo dikutip keterangan Puspen TNI, Selasa, (3/9).
Lebih lanjut ia menyampaikan harapan bahwa penguatan berkelanjutan kerja sama pertahanan dan keamanan bilateral akan memberikan kontribusi positif tidak hanya terhadap perdamaian dan stabilitas dikedua negara tetapi juga di kawasan secara keseluruhan.
Baca Juga: Super Garuda Shield 2024, Marinir Embarkasi Ranpur LVT-7 A1 dan Senjata M85
Bantuan yang diberikan kepada pemerintah Kamboja diproduksi oleh produsen peralatan militer terkemuka Indonesia, PT. PINDAD. Bantuan ini menunjukkan potensi industri pertahanan Indonesia dan membuka dimensi baru bagi kerja sama pertahanan dan keamanan Indonesia-Kamboja, yang selama bertahun-tahun telah mencakup berbagai program pengembangan kapasitas dan pertukaran personel antara kedua negara.
Menerima bantuan ini, Jenderal Mao Sophan menyampaikan penghargaan yang tinggi terhadap Pemerintah dan Kemhan RI serta harapannya agar kerja sama yang kuat dan langgeng antara kedua negara dan militer terus terjalin. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































