HANKAM

Ikuti Latihan Komando Gabungan TNI, Ratusan Prajurit Yonif 501 Kostrad Tiba di Babel

Yonif 501 Kostrad
Para prajurit Yonif 501 Kostrad bersiap mengikuti latihan Komando Gabungan TNI di Bangka Belitung. (Foto: Dok. Penkostrad)

Jakarta, IDM – Untuk meningkatkan kesiapsiagaan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menghadapi berbagai ancaman dan menjaga keamanan wilayah strategis, Yonif 501 Kostrad mengikuti latihan Komando Gabungan (Kogab) TNI.

Menggunakan pesawat C-130 Hercules, latihan Kogab TNI digelar di kawasan Bandar Udara Depati Amir, Bangka Belitung, Selasa (18/11) malam.

Kedatangan ratusan prajurit Yonif 501 merupakan bagian dari pengerahan unsur darat dalam latihan terpadu berskala besar yang melibatkan seluruh matra TNI.

Baca Juga: TNI AD dan USARPAC Bahas Pengembangan Daerah Latihan Militer di Baturaja

Para prajurit dijadwalkan melaksanakan latihan penerjunan lintas udara (linud), dilanjutkan dengan serangan, serbuan dan pertahanan tumpuan udara. Rangkaian latihan ini menjadi elemen penting dalam skenario pertempuran modern yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan kesiapan tempur tinggi.

Kehadiran Yonif 501 turut memperkuat proyeksi kekuatan dan respons TNI dalam menghadapi potensi ancaman di Bangka Belitung.

Integrasi operasi darat, laut, dan udara pada latihan ini diharapkan meningkatkan pengendalian wilayah serta memastikan keamanan sumber daya strategis nasional, khususnya sektor pertambangan timah.

Baca Juga: RI–Prancis Perkuat Diplomasi Laut, TNI AL Dorong Kerja Sama Operasi, Latihan, dan Pendidikan

Pelaksanaan latihan Kogab TNI juga sejalan dengan arah kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menegaskan perlunya pengamanan ketat di Bangka Belitung.

Prabowo menginstruksikan TNI untuk melakukan pemblokiran wilayah Pulau Bangka dan Belitung guna memastikan seluruh aktivitas dapat terpantau secara menyeluruh, terutama dalam upaya memberantas praktik pertambangan timah ilegal yang semakin marak.

Sebagai bagian dari rangkaian Latihan Kogab TNI, kegiatan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme dan kesiapan tempur prajurit TNI AD, AL, AU. Latihan ini sekaligus menguji kesiapsiagaan alutsista serta kemampuan operasional seluruh jajaran TNI dalam menghadapi dinamika ancaman yang berkembang.

Baca Juga: TNI AD dan Pakistan Gelar Latihan Bersama di Markas Buaya Putih

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan, latihan malam hari menuntut ketepatan tinggi sehingga hanya prajurit terpilih yang dilibatkan.

Kegiatan ini juga menguji kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan satuan TNI dalam operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP).

“Kami terjunkan unsur-unsur dari Denmatra 1 dan juga Brigif 18. Ada total 23 penerjun, 13 dari Denmatra 1, kemudian 10 dari Brigif 18. Alhamdulillah seluruhnya berjalan lancar,” kata Freddy dalam keterangan pers. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.