Ikuti FGD dengan BRIN, TNI AU Ungkap Tiga Unsur Smart Air Defense di IKN

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengungkap, konsep Smart Air Defence untuk Ibu Kota Nusantara (IKN) mencakup tiga unsur yaitu sistem sensor; sistem shooter; serta sistem command control.
Hal itu disampaikan oleh perwakilan TNI AU, Paban IV/Renprogar Srenaau, Kolonel Pnb Zulfikri Arif Purba saat menghadiri Focus Group Discussion yang digelar oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jumat (3/5).
Baca Juga: KRI Kakap Salurkan 755 Bantuan kepada Warga Korban Erupsi Gunung Ruang
Pada kesempatan tersebut, Kolonel Pnb Zulfikri memaparkan materi yang membahas tentang sistem pertahanan udara di IKN, bertajuk “Smart Air Defense System dalam Rangka Membangun Sistem Pertahanan dan Keamanan Terintegrasi di Ibu Kota Nusantara”.

“Untuk membangun kekuatan sistem pertahanan udara di IKN diperlukan pendekatan yang tepat. Ketiga unsur tersebut harus terintegrasi satu dengan yang lainnya,” kata Zulfikri dikutip Sabtu (4/5).
Baca Juga: TNI AL Pantau Kapal Asing di Perairan Pulau Nipah
Ia menambahkan, sistem pertahanan di IKN juga membutuhkan multi domain integration system, di mana setiap unsur pertahanan udara dari ketiga matra TNI (darat, laut, dan udara) harus terintegrasi. Dengan demikian maka akan terwujud sistem pertahanan udara yang efektif dan efisien.
Selain paparan dari perwakilan TNI AU, FGD yang sama turut diisi dengan paparan konsep Smart Defense dari matra darat dan matra laut. Adapun narasumber lainnya yang hadir adalah Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim; Prof. Onno W. Purbo; dan Dr. Ing. Evita H. Legowo. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































