HANKAM

Identitas 5 KKB yang Tembak Pilot Asal Selandia Baru

Tersangka KKB Malas Gwijangge.
Tersangka KKB Malas Gwijangge. (Foto: Instagram @damaicartenzpapua)

Jakarta, IDM – Kasatgas Satgas Ops Damai Cartenz 2024, Kombes Pol. Bayu Suseno memastikan pihaknya telah mengantongi lima nama tersangka Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menyandera dan menembak mati pilot helikopter PT. Intan Angkasa Air Service, Mr. Glen Malcolm Conning asal Selandia Baru, Senin 5 Agustus 2024 lalu.

"Berdasarkan hasil penyelidikan maka identitas pelaku sudah dapat kami ketahui yaitu, Perintakola Lokbere Alias Malas Lokbere Alias Malas Gwijangge, Jeri Wandikbo, Irisim Gwijangge, Jaka Gwijangge dan Analuk Amisim," kata Kombes Pol. Bayu Suseno dalam keterangannya dikutip dari postingan instagram resmi @damaicartenzpapua, Kamis, (15/8).

Baca Juga: Ikuti Gladi Kotor Demo Udara, JAT Siap Unjuk Aksi pada Upacara Peringatan HUT ke-79 RI di IKN

Lanjutnya bahwa KKB ini terdiri dari 5 orang dan diduga mereka berasal dari KKB pimpinan Perek Jelas Kogoya yang bermarkas di Yuguru Kabupaten Nduga.

Sebelumnya Satgas Ops Damai Cartenz-2024 juga mengungkapkan kelompok KKB ini ternyata sudah berada 10 hari di lokasi kejadian sebelum menembak pilot Glen Malcolm Conning.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi di lapangan, diketahui bahwa KKB ini berasal dari Nduga terlihat dari logat bicaranya dan sudah berada di lokasi selama seminggu sebelum melakukan pembunuhan. Setidaknya KKB tersebut berjumlah lima orang, empat diantaranya membawa senjata api laras panjang dan satu orang membawa parang,” kata Kepala Operasi Damai Cartenz-2024, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani dalam keterangannya dikutip, Jumat, (9/8).

Baca Juga: Dandepohar Tutup Latihan Keterampilan I Aircraft Fuel System NAS 332 Super Puma Tahun 2024

Lebih lanjut dijelaskan bahwa bahwa berdasarkan hasil olah TKP, ditemukan beberapa lubang peluru di beberapa titik pada badan helikopter.

“Ya benar, berdasarkan hasil olah TKP, kami menemukan bahwa terdapat 9 lubang peluru pada bagian badan helicopter antara lain pada kaca atas, bagian rotor, baling-baling dan ekor helicopter. Selain itu kami juga menemukan 6 selongsong peluru kaliber 5,56mm di sekitar helicopter tersebut. Jenazah pilot ditemukan berada di dalam kokpit helikopter sebelah kiri,” kata Brigjen Pol. Faizal Ramadhani. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.