HANKAM

HUT Pertama Kodaeral, Pangkoarmada RI Ingatkan Prajurit Perketat Keamanan Laut

HUT ke-1 Kodaeral
Perayaan peringatan HUT ke-1 Kodaeral di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (10/8). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksamana Madya Denih Hendrata mewanti-wanti seluruh prajurit Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) untuk memperketat keamanan di wilayah perairan Nusantara. Instruksi ini disampaikan saat memimpin Peringatan HUT ke-1 Kodaeral di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (10/8).

Peringatan satu tahun berdirinya Kodaeral ini dipusatkan di Makassar dan terhubung melalui sambungan konferensi video (video conference) dengan pangkalan TNI AL dari Sumatra hingga Papua.

Denih menegaskan, pertambahan usia organisasi harus diimbangi dengan peningkatan kesiapan prajurit di lapangan.

Baca Juga: Rampungkan Pitch Black 2026 di Australia, Pesawat Tempur T-50i TNI AU Kembali ke Tanah Air

"HUT ini merupakan momentum satu tahun berdirinya Kodaeral menjadi refleksi terhadap pelaksanaan tugas dan pengabdian yang telah dilaksanakan," kata Denih, dikutip dari laman TNI AL.

Ia meminta seluruh jajaran tidak mengendurkan pengawasan wilayah perairan dalam menjalankan tugas operasional harian.

"Kodaeral terus dituntut untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional, profesionalisme personel, serta kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas pertahanan matra laut di wilayah masing-masing," ujarnya.

Denih menilai, sinergi lintas instansi menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan laut sekaligus mendorong perekonomian masyarakat pesisir.

"Keberadaan Kodaeral diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi maritim, serta seluruh elemen masyarakat," terangnya.

Kerja sama tersebut, lanjut Denih, penting untuk menegakkan hukum di laut sekaligus mengoptimalkan potensi maritim daerah.

Baca Juga: TNI AD Masuk Lapas Gelar Penyuluhan Ketahanan Pangan

"Langkah ini untuk menjaga keamanan laut, mendukung penegakan hukum di wilayah perairan, dan mendorong pemanfaatan potensi maritim secara optimal bagi kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Sebagai informasi, Kodaeral resmi dibentuk dan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 Agustus 2025. Pembentukan komando ini lahir dari proses validasi organisasi yang mengubah status Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) menjadi 14 Kodaeral untuk memperkuat sistem pertahanan maritim nasional.

Perayaan HUT pertama ini juga diwarnai aksi sosial serentak di berbagai wilayah, mulai dari bakti kesehatan, karya bakti, hingga kegiatan olahraga bersama warga setempat.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.