HANKAM

HUT ke-81 TNI, KSAD Maruli Tegaskan Komitmen Perkuat Soliditas dan Profesionalisme

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (IDM/Ricardo Ronald)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dalam pesannya, Jenderal Maruli menegaskan pentingnya memperkuat soliditas dan meningkatkan profesionalisme prajurit di seluruh jajaran.

"Saya Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Darat, beserta seluruh keluarga besar Angkatan Darat mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia," ujar Maruli, Senin (5/10).

Baca Juga: Presiden Prabowo Direncanakan Hadir dalam Puncak Perayaan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI

Ia menekankan bahwa momentum peringatan HUT TNI ini harus menjadi pengingat bagi seluruh prajurit untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat. Menurutnya, kepercayaan rakyat merupakan kunci dan kekuatan utama TNI dalam menjalankan tugas pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

Lebih lanjut ​ia juga berharap TNI dapat terus berkembang menjadi institusi pertahanan yang semakin tangguh, modern, serta profesional. TNI diharapkan selalu siap hadir di garis terdepan untuk mengawal kedaulatan Indonesia.

​"Semoga TNI senantiasa semakin tangguh, modern, profesional, dan selalu hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, dan sejahtera. Dirgahayu TNI, TNI kuat bersama rakyat," pungkasnya.

Baca Juga: TNI Kuasai Markas OPM di Papua Barat Daya, Tembak Mati Dua Anggota Kodap dan Sita Senjata

Untuk diketahui HUT TNI diperingati setiap 5 Oktober berdasarkan tanggal pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada tahun 19445.

Kronologi Sejarah

Pembentukan TNI dimulai pada 22 Agustus 1945. Saat itu, pemerintah mendirikan Badan Keamanan Rakyat (BKR) sebagai wadah pemeliharaan keamanan umum, bukan sebagai tentara resmi dan pada 5 Oktober 1945, BKR diubah statusnya menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) untuk memperkuat pertahanan negara yang baru merdeka. Kemudian pada 23 Januari 1946, TKR berganti nama menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) guna menyempurnakan organisasi tentara agar sesuai dengan standar militer internasional dan pada 3 Juni 1947, Presiden Soekarno secara resmi mengesahkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan menyatukan TRI dan badan-badan laskar rakyat yang berjuang di berbagai daerah.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.