HUT ke-77 Polri, Panglima TNI Harap Sinergi Makin Solid Jelang Pemilu 2024

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono berharap TNI-Polri makin solid, terutama jelang Pemilu 2024. Hal itu diucapkannya dalam perayaan Hari Bhayangkara ke-77.
"Mewakili seluruh prajurit TNI saya mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-77," kata Yudo, dikutip dari Puspen TNI, (2/7).
Baca Juga: KRI I Gusti Ngurah Rai-332 Berhasil Luncurkan Exocet MM40 Block 3 di Laut Jawa
"Semoga TNI bersama Polri tetap bersinergi solid untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” sambung Yudo.
Selain itu, ia pun berharap agar Polri menjadi institusi yang semakin jaya dan tetap presisi dalam menjalankan amanatnya untuk mengayomi masyarakat.
Hari Bhayangkara diperingati setiap 1 Juli. Dalam perayaan tersebut, Polri menggelar sejumlah kegiatan, bakti sosial dan perlombaan.
Baca Juga: Kuasai Pantai Banongan, Pasukan Marinir Sukses Operasi Pendaratan Amfibi
Salah satu kegiatan yang mereka selenggerakan adalah revitalisasi situs budaya dan agama di sejumlah daerah. Selain itu, Polri juga menghelat perayaan di Gelora Bung Karno, Jakarta.
Dalam agenda tersebut, hadir sejumlah tokoh penting, termasuk Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































