Hingga Awal Januari, TNI AU Telah Salurkan 900 Ton Bantuan untuk Korban Bencana

Jakarta, IDM – Sejak bencana terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, TNI AU telah mengirimkan bantuan kemanusiaan mencapai 900 ton per Minggu (4/1).
Dalam rilis yang diterima Senin (5/1), distribusi bantuan dilakukan bertahap sejak November untuk masyarakat terdampak banjir.
Baca Juga: Exit Briefing, Pangkodau II Tekankan Pentingnya Profesionalisme dan Integritas dalam Bertugas
Distribusi dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar bantuan cepat sampai dan bisa segera dimanfaatkan warga.
Bantuan dikirim ke sejumlah Lanud dan bandara di wilayah terdampak, antara lain Lanud Soewondo Medan, Lanud Sutan Sjahrir Padang, Bandara Sibolga, Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Bandara Lhokseumawe, serta Bandara Rembele. Dari titik-titik ini, logistik kemudian diteruskan ke daerah yang paling membutuhkan.
TNI AU, sejak terjadinya bencana telah mengerahkan pesawat angkut dengan metode helibox ataupun airdrop untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses.
Baca Juga: TNI AD akan Evaluasi Kejadian Bentrokan Prajurit dan Brimob di Buton Selatan
“TNI AU telah mengerahkan berbagai alutsista udara, di antaranya A-400M, C-130J Super Hercules, CN-295, C-212, hingga helikopter EC-725/H225M dan AS 332 Superpuma,” ujar Kadispenau, Marsma I Nyoman Suadnyana.
Upaya ini diharapkan mempercepat penanggulangan bencana sekaligus membantu pemulihan pascabencana di tiga provinsi. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































