HANKAM

Helikopter Menembus Ugimba! Prajurit Habema Evakuasi Warga di Tengah Konflik

Habema
Prajurit Habema berhasil evakuasi warga di tengah konflik di Distrik Ugimba. (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, IDM - Prajurit Koops TNI Habema menjalankan misi kemanusiaan dengan mengevakuasi seorang warga yang membutuhkan pertolongan dari Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Minggu (9/8).

Situasi keamanan di Ugimba hingga kini masih menjadi perhatian aparat. Aktivitas kelompok OPM Kodap VIII/Kemabu pimpinan Guspi Waker dilaporkan masih menimbulkan keresahan di tengah masyarakat serta melakukan aksi penyerangan terhadap aparat keamanan yang bertugas di wilayah Ugimba.

Dalam kondisi tersebut, personel Koops TNI Habema terus melaksanakan patroli dan pemantauan wilayah.

Saat menjalankan tugas, prajurit menemukan seorang warga lokal yang membutuhkan pertolongan dan berada jauh dari permukiman.

Baca Juga: Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Diprakarsai TNI-Polri

Tanpa mengabaikan risiko keamanan maupun sulitnya medan, prajurit segera mengambil langkah evakuasi.

Adapun misi ini dilakukan untuk memastikan warga mendapatkan keselamatan, perlindungan, serta akses penanganan yang lebih baik.

Evakuasi oleh prajurit Habema dilakukan menggunakan dua unit helikopter Bell pada pukul 12.25 hingga 12.48 WIT.

Sebanyak 11 personel terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.

Baca Juga: KSAU Tekankan Kesiapan Pendidikan Penerbang dalam Mendukung Modernisasi Alutsista

Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menuturkan tindakan evakuasi korban merupakan bagian dari komitmen prajurit untuk selalu mengedepankan nilai kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Prajurit TNI tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memberikan perlindungan, bantuan, dan rasa aman kepada masyarakat yang membutuhkan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah pengabdian prajurit di lapangan,” ujar Wirya.

Menurutnya, tantangan geografis, kondisi cuaca, hingga dinamika keamanan di Ugimba tidak boleh menjadi alasan bagi prajurit untuk mengabaikan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Wirya menerangkan Koops TNI Habema berupaya menjalankan dua sisi tugas sekaligus, yakni menjaga stabilitas keamanan sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah penugasan.

Baca Juga: Kronologi Penembakan Warga di Festival Budaya Lembah Baliem, TNI-Polri Buru Pelaku

Setelah berhasil dievakuasi ke Distrik Sugapa, warga kemudian diserahkan kepada Misael Sondegau, selaku Ketua Tim Penanganan Konflik Kabupaten Intan Jaya.

Penyerahan kepada tim penanganan konflik dilakukan agar proses pendampingan dan pemulihan warga dapat berlangsung secara berkesinambungan.

Di tengah medan Papua yang berat dan ancaman keamanan yang dinamis, prajurit Koops TNI Habema menunjukkan kehadiran TNI untuk melindungi rakyat, dan memastikan nilai kemanusiaan tetap menjadi bagian dari setiap pengabdian.

Pasalnya, di medan pengabdian, menjaga satu kehidupan juga merupakan bagian dari menjaga negeri.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.