HANKAM

Helikopter Caracal TNI AU Bantu Evakuasi Korban Jatuhnya Pesawat Smart Aviation

Helikopter H-225M Caracal
Helikopter H-225M Caracal milik TNI AU yang membantu proses evakuasi korban pesawat Smart Aviation. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) berhasil membantu proses pencarian dan mengevakuasi dua kru pesawat Pilatus PC-6 Porter PK-SNE milik maskapai penerbangan Smart Aviation pada Minggu (10/3), dengan menggunakan helikopter H-225M Caracal.

Melansir keterangan TNI AU, Senin (11/3) dijelaskan, kedua korban itu adalah pilot pesawat, Capt. M. Yusuf serta teknisi pesawat, Deni Sobali. Yusuf berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dari lokasi jatuhnya pesawat dalam keadaan selamat. Namun, Deni ditemukan meninggal dunia.

Baca Juga: Prajurit TNI AL Uji Kemampuan Menembak dari Kapal Patroli

“Kedua korban, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia diterbangkan dengan helikopter H-225M Caracal TNI AU asal Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja untuk dibawa ke Lanud Anang Busra, Tarakan. Korban selamat selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Jusuf Tarakan untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut,” sambung TNI AU dalam keterangan resminya di akun instagram @militer.udara.

Helikopter H-225M Caracal
(Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Komandan Lanud Anang Busra, Kolonel Pnb Bambang Sudewo mengungkap, selain helikopter H-225M Caracal yang diawaki oleh Captain Pilot Mayor Pnb Adam Hardiman Ali, TNI AU juga mengerahkan pesawat Boeing 737 AI-7302 dari Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar; serta satu tim SAR Kopasgat yang tergabung dalam tim SAR gabungan.

“TNI AU bersama tim SAR gabungan selalu siap siaga, sebagaimana salah satu tugas pokoknya yang tertuang dalam operasi militer selain perang (OMSP), yakni membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue),” pungkasnya.

Baca Juga: Pusat Psikologi TNI Gelar Latihan Penanganan Korban Bencana

Sebelumya diinformasikan, pesawat Pilatus PC-6 Porter PK-SNE sempat hilang kontak pada Jumat (8/2) usai lepas landas dari Bandara Internasional Juwata, Tarakan pada pukul 08.25 WITA.

Rencananya, pesawat tersebut terbang untuk menuju Binuang, Krayan, Nunukan dengan perkiraan ketibaan pada pukul 09.25 WITA. Pesawat perintis itu terbang dengan membawa muatan sembako sebanyak 21 jenis barang dengan berat total yang mencapai 583 kilogram. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.