Helikopter Bell Puspenerbal Dukung Latihan Siswa Pendidikan Kopaska di Banyuwangi

Jakarta, IDM – Helikopter Bell 505 Bell Ranger X dari Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) mendukung latihan pengiriman logistik di udara (air supply sea) dan bertahan hidup di hutan (jungle survival) untuk siswa pendidikan Komando Pasukan Katak (Dikkopaska) XLVIII, Banyuwangi, Kamis (30/1).
Helikopter dengan pilot Kapten Laut (P) Galih Pribadi dan Lettu Laut ( P) Aditya N. Hutama tersebut terbang dari Landasan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda menuju Banyuwangi dan ke titik lokasi untuk melakukan air supply yang telah dikirimkan oleh para siswa calon pasukan Kopaska.
Baca Juga: PT PAL Amankan Kontrak Berjalan Senilai 42,32 Triliun Rupiah
"Latihan praktek ini diikuti oleh 29 personel siswa Dikkopaska tersebut, rutin diselenggarakan setiap tahun kepada calon pasukan Kopaska yang melibatkan helikopter TNI AL pada saat memasuki materi air supply," ujar Komandan Wing Udara 2 Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Sabtu (1/2).
Dia melanjutkan, keterlibatan unsur udara Puspenerbal ini sebagi simulasi jika suatu saat dalam penugasan.
Baca Juga: Pengalaman Prabowo di Kopassus Bakal Dijadikan Film
"Diharapkan para siswa mampu menerapkan simulasi air supply dengan baik dan benar sebagai satu-satunya dukungan dalam keadaan terdesak," lanjut Adam. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































