HANKAM

Helibox hingga Drone, TNI AU Unjuk Kapabilitas SAR yang Teruji di Berbagai Misi pada IISAR 2026

Stan pameran TNI
Stan pameran TNI Angkatan Udara di IISAR 2026. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU), sebagai salah satu unsur pertahanan negara, tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia, tetapi juga berperan penting dalam berbagai operasi militer selain perang (OMSP), termasuk misi pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue/SAR).

Kapabilitas tersebut telah dibuktikan dalam sejumlah misi dengan didukung profesionalisme prajurit, beragam peralatan, serta teknologi yang mendukung. Salah satu contohnya yakni, penyaluran bantuan kemanusiaan ke Palestina melalui metode airdrop atau Cargo Delivery System (CDS) dengan menggunakan pesawat Super Hercules pada 2024 dan 2025.

Kemudian, TNI AU juga memanfaatkan teknologi tanpa awak (drone) dalam mendukung operasi SAR. Contohnya, pada operasi pencarian korban tanah longsor di Cisarua, Bandung, pada awal tahun 2026, Pusat Geospasial TNI Angkatan Udara (Pusgeosau) mengerahkan drone Abia Hybrid untuk melakukan pemetaan udara dan memberikan gambaran kondisi medan. Dengan demikian, proses pencarian dan evakuasi dan dilakukan dengan lebih mudah serta cepat.

Baca Juga: Redam Tensi Cina-AS di LCS, TNI AL Sodorkan Konsep ‘Hybrid Maritime Security’

Selain mengandalkan teknologi, TNI AU turut mengerahkan personel Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dalam berbagai operasi pencarian dan pertolongan. Dengan kemampuan mobilitas udara serta penyelamatan di medan sulit, pasukan elite TNI AU itu menjadi salah satu unsur yang mendukung percepatan evakuasi maupun distribusi bantuan pada berbagai operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Salah satu contohnya terlihat dalam misi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan pada 2026. Dalam operasi tersebut, prajurit Korpasgat diterjunkan ke lokasi menggunakan teknik rappeling karena medan kejadian berada di lereng pegunungan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Peralatan CDS dan helibox
Peralatan CDS dan helibox yang digunakan oleh TNI AU dalam sejumlah misi SAR. (Foto: Dok. Dispenau)

TNI AU juga memiliki sejumlah perangkat pendukung operasi SAR lainnya, seperti Helibox yang dirancang untuk mendistribusikan bantuan logistik dari udara. Kemasan khusus tersebut didesain menyerupai bilah baling-baling sehingga dapat berputar saat dijatuhkan dari pesawat, memperlambat kecepatan jatuh, mengurangi benturan, dan memastikan bantuan mendarat lebih aman di daerah yang sulit dijangkau.

Berbagai kapabilitas yang telah teruji dalam operasi nyata tersebut kemudian diperkenalkan kepada masyarakat melalui Indonesia International Search and Rescue (IISAR) Exhibition, Forum and Challenge 2026 yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, pada 9–12 Juli 2026.

Drone Pusgeosau
Drone Pusat Geospasial TNI Angkatan Udara (Pusgeosau) yang dipamerkan dalam IISAR 2026. (Foto: Dok. Dispenau)

IISAR merupakan forum diskusi dan pameran teknologi SAR internasional yang diikuti oleh 28 negara. Di dalamnya terdapat kegiatan IISAR Challenge Programs yang merupakan simulasi penyelamatan berintensitas tinggi untuk menguji kemampuan teknis, kerja sama tim, dan adaptabilitas dalam menghadapi skenario bencana yang realistis.

Baca Juga: Kerja Sama dengan Petugas Bandara, Satgas Pasgat Pamtas Gagalkan Penyelundupan Ganja di Sentani

Dalam pameran tersebut, TNI AU menampilkan berbagai perangkat pendukung operasi SAR, mulai dari drone, peralatan SAR Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), Cargo Delivery System (CDS), hingga Helibox.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana menjelaskan bahwa keikutsertaan TNI AU pada IISAR 2026 menjadi wujud komitmen dalam memperkuat kapasitas operasi pencarian dan pertolongan melalui kolaborasi, pengembangan teknologi, serta peningkatan profesionalisme personel.

“Beragam teknologi dan perlengkapan tersebut menarik perhatian pengunjung yang antusias melihat kemampuan TNI AU dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan,” ungkap Nyoman dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Sabtu (11/7).

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.