Hari Ini TNI AD Gelar Rapat Koordinasi Sertijab KSAD

Jakarta, IDM - Hari ini, Selasa, (24/10/2023) TNI AD menggelar rapat koordinasi serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dari Jenderal TNI Dudung Abdurachman ke Wakil Kepala Staf TNI AD (Wakil KSAD) Letjen TNI Agus Subiyanto.
Rapat ini dibenarkan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Hamim Tohari.
Baca Juga: 2 Kapal Destroyer Armada Pasifik milik AL Rusia Masuk ke Surabaya
"Rapatnya betul," kata Hamim saat dikonfirmasi, Selasa, (24/10).
Namun ketika disinggung untuk pengumuman resminya, Hamim memastikan hal ini merupakan kewenangan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi.
"Info resminya tunggu dari Istana," kata Hamim.
Baca Juga: Pangkostrad Kirim Buku untuk Anak-anak di Papua
Jika mengikuti aturan perundang-undangan, purna bakti atau pensiun dari KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman terjadi pada 19 November 2023 atau saat dia tepat berusia 58 tahun. Pasal 53 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia mengatur masa kedinasan prajurit paling tinggi 58 tahun untuk perwira, dan 53 tahun untuk bintara dan tamtama. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































