Hanya 8 Bulan, TNI AD Berhasil Membangun 3.232 Titik Air

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan 3.232 sumber air bersih serta persawahan guna membantu masyarakat di wilyah-wilayah yang kekurangan air.
Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk meresmikan 3.008 jembatan, yang ditandai secara simbolis dengan pengguntingan pita di Jembatan Perintis Garuda Kali Colodong, Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).
Dalam laporannya ke Presiden RI Prabowo Subianto, yang memantau melalui video conference dari Istana Merdeka, Maruli mengungkapkan bahwa TNI AD telah membangun total 10.912 titik air bersih. Sekitar 5.797 di antaranya dibangun selama kurun waktu lima tahun terakhir.
Baca Juga: KSAD Beri Dua Rumah untuk Ahli Waris Prajurit Gugur, Pangdam Cenderawasih: TNI AD akan Terus Hadir
Sementara, terhitung sejak Januari hingga Agustus 2026, pembangunan sumber air bersih telah selesai mencapai lebih dari 3.000 titik. "Yang paling sulit di Pulau Raas. Pulau Raas di atasnya Madura. Dari informasi, daerah ini kadang-kadang TNI Angkatan Laut harus mengirim kapalnya untuk mendukung air bersih," katanya.

Tantangan dalam membangun fasilitas sumber air lainnya dihadapi TNI AD di Gunung Sitoli, Nias, Sumatra Utara. Daerah berbatu sehingga butuh delapan kali pindah tempat untuk mendapatkan air dan pembangunannya rampung selama dua bulan. Penerima manfaat dirasakan oleh sekitar 231 Kartu Keluarga (KK).
"Selanjutnya juga untuk air pertanian. Jadi kami sudah membuat untuk lahan 83.150 hektar yang tadinya tak ada hujan, sekarang mereka bisa 3 kali panen. Sekarang sudah bisa diatasi. Atas dukungan Bapak, kita akan menambahkan titik, sudah mulai dikerjakan ada 445 titik yang bisa mengairi 16.970 hektar," imbuhnya.
Baca Juga: KSAD Resmikan 3.008 Jembatan, Permudah Akses Masyarakat
"Untuk pipanisasi terpanjang, kita buat di Pulau Bawean ada 15 kilometer. Dan juga kami sedang mengerjakan di Samosir yang panjangnya 15 kilometer, mudah-mudahan juga selesai di akhir tahun ini," jelasnya.
Ia menuturkan, masyarakat sangat antusias dan berharap terhadap program pembangunan ini. "Kita akan lanjutkan ini semua. Mudah-mudahan, kita bisa betul-betul mendukung masyarakat khususnya di bidang jembatan, air bersih, MCK, dan juga air di persawahan," pungkasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































