HANKAM

KSAD Resmikan 3.008 Jembatan, Permudah Akses Masyarakat

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak resmikan Jembatan Perintis Garuda Kali Colodong, Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (13/8) (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan 3.008 jembatan yang tersebar di seluruh pelosok negeri.

Peresmian itu ditandai dengan ceremonial pengguntingan pita di Jembatan Perintis Garuda Kali Colodong, Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).

Pembangunan ini merupakan wujud komitmen TNI AD sebagai motor percepatan pemerataan pembangunan nasional khususnya fasilitas sumber air bersih dan jembatan di wilayah terpencil maupun pemulihan akses pascabencana.

Baca Juga: Lewat Tiga Matra, TNI Dukung Penguatan Kapasitas Pencarian dan Pertolongan dalam Kondisi Darurat

Maruli melaporkan langsung ke Presiden RI Prabowo Subianto melalui video conference terkait progres pembangunan yang manfaatnya telah dirasakan oleh masyarakat. Dari 3.008 titik jembatan, sebanyak 2.500 telah selesai dan 508 masih dalam proses.

Jembatan sepanjang 80 meter di Desa Ridomanah ini membantu sekitar 200 Kepala Keluarga (KK). Jika ditotal, kata Maruli, keseluruhan jembatan yang dibangun telah menghubungkan 7.807 desa/kelurahan dan mempermudah akses bagi 9.008 sekolah. "Sehingga anak-anak sekolah yang seperti Bapak (Presiden) harapkan, tidak perlu lagi basah-basah, tidak perlu lagi berisiko untuk mencapai sekolah," ungkapnya.

Masyarakat juga menjadi jauh lebih mudah mengakses fasilitas kesehatan dan ambulans dapat cepat sampai di titik yang memerlukan. "Ada 4.502 fasilitas kesehatan yang bisa diakses. Dan berpengaruh pada fasilitas ekonomi ada 4.618 sehingga masyarakat dalam distribusi logistik menggunakan mobil, kalau yang kecil-kecil menggunakan motor, ini cukup banyak berpengaruh. Dan juga bisa memfasilitasi 4,5 juta jiwa penerima manfaat," jelasnya.

Baca Juga: Wakasal hingga Pangkormar Terima Brevet Hidro-Oseanografi di KRI Canopus

Jembatan Terpanjang dan Tersulit

Dalam kesempatan itu, Maruli mengungkapkan bahwa jembatan terpanjang yang dibangun TNI AD, dengan panjang sekitar 240 meter, terletak di Aceh Tamiang. Kondisi sungai yang melebar, kata dia, juga terdapat di beberapa titik lainnya di Sumatra. Sehingga, jembatan yang dibangun di daerah-daerah ini memiliki panjang di atas 100 meter.

Sementara, pembangunan jembatan di Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, menjadi yang paling sulit karena merupakan wilayah rawa. Pengiriman pasir, semen dan seluruh perlengkapan lainnya harus melalui tongkang. Akibatnya, butuh waktu enam bulan untuk menyelesaikan pembangunan jembatan sepanjang 100 meter tersebut.

Baca Juga: KSAD Beri Dua Rumah untuk Ahli Waris Prajurit Gugur, Pangdam Cenderawasih: TNI AD akan Terus Hadir

Maruli mengatakan, TNI AD juga menargetkan pembangunan Jembatan Termanu di Nusa Tenggara Timur, yang terputus selama bertahun-tahun, akan rampung pada 2026. “Mudah-mudahan ini bisa jadi hadiah Natal buat masyarakat di NTT,” ujarnya.

"Ini akan terus kita lanjutkan, mudah-mudahan target kami untuk jembatan ini di akhir tahun bisa minimal 5.000 selesai. Saya lebih optimis sekarang karena sudah tahu bagaimana kendala-kendalanya dalam perencanaan," pungkasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.