HANKAM

Hanya 46 Lolos, Ratusan Calon Prajurit Keraton Yogyakarta Gugur di Tangan Psikolog TNI AL

calon abdi dalem prajurit Keraton Yogyakarta
Dinas Psikologi Angkatan Laut turut terlibat dalam sidang penentuan akhir calon abdi dalem prajurit Keraton Yogyakarta, Minggu (18/1). (Foto: Dok. Dispsial)

Jakarta, IDM – Seleksi menjadi abdi dalem prajurit Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ternyata tidak main-main. Dari total 165 pendaftar, hanya 46 orang yang dinyatakan lolos seleksi ketat hingga tahap akhir.

Banyaknya peserta yang gugur ini terungkap dalam sidang penentuan akhir (pantukhir) calon abdi dalem prajurit Rambah V yang digelar Minggu (18/1). Tingginya standar kelulusan ini tak lepas dari pelibatan tim Dinas Psikologi Angkatan Laut (Dispsial) yang menerapkan parameter seleksi terukur.

Baca Juga: TNI Kerahkan 2 Pesawat dan Prajurit Korpasgat-Kostrad Evakuasi Pesawat ATR 42-500

Kepala Dinas Psikologi Angkatan Laut (Kadispsial) Laksamana Pertama Wisnu Agung P, menjelaskan bahwa pihaknya hadir untuk memastikan calon prajurit yang terpilih memiliki kualitas mental dan fisik yang sesuai standar.

"Tim Dispsial berperan memberikan pertimbangan profesional sebagai dasar keputusan akhir kelulusan. Kami menyajikan interpretasi hasil psikotes secara mendalam, melakukan pendampingan psikologis pada tes kesegaran jasmani, serta menilai kemampuan baris-berbaris nasional para peserta," ujar Wisnu, dikutip dari keterangan Dispsial, Senin (19/1).

calon abdi dalem prajurit Keraton Yogyakarta
(Foto: Dok. Dispsial)

Wisnu menegaskan, sinergi antara TNI AL dan Keraton Yogyakarta ini bertujuan menjaga kualitas sumber daya manusia di lingkungan keraton agar tetap prima dan disiplin.

"Prosesnya sangat transparan dan objektif. Data hasil tes menjadi acuan utama, sehingga yang lolos benar-benar kandidat terbaik," imbuhnya.

Baca Juga: TNI AD Gagalkan Penyelundupan 22 Paket Sabu di Perbatasan RI-Malaysia

Dalam sidang tersebut, tim Dispsial yang dipimpin Mayor Laut (KH) Bayu Murti bekerja sama dengan tim Kawedanan Kaprajuritan. Turut hadir dalam penentuan kelulusan ini Penghageng II Kawedanan Kaprajuritan/Manggala Prajurit KPH Notonegoro.

Bagi 46 peserta yang berhasil lolos dari "lubang jarum" ini, perjuangan belum berakhir. Mereka berhak melaju ke tahap selanjutnya, yakni masa pendadaran serta pelatihan baris kaprajuritan khas keraton yang akan dibina langsung oleh Kawedanan Kaprajuritan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.