Hadapi Perundingan Perbatasan Laut, Kemlu Andalkan Data Pushidrosal

Jakarta, IDM – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memperkuat kerja sama dengan Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) untuk mengamankan wilayah perbatasan. Kolaborasi ini menyatukan instrumen diplomasi luar negeri dengan dukungan data teknis pemetaan laut.
Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno mendatangi Markas Komando Pushidrosal di Ancol, Jakarta, Senin (3/8). Komandan Pushidrosal Laksdya TNI Budi Purwanto menyambut langsung kedatangan jajaran Kemlu RI untuk mematangkan koordinasi di bidang kemaritiman.
Pertemuan tersebut menjadi pijakan penting untuk menyelaraskan pemahaman terkait berbagai isu batas wilayah laut. Data pemetaan serta survei hidro-oseanografi (pemetaan karakteristik fisik perairan) yang akurat menjadi fondasi utama Indonesia saat berunding dengan negara-negara tetangga.
Baca Juga: Tiga Batalion Alih Kodal, Kini Dibawah Kostrad
Budi menegaskan peran ganda lembaganya, baik untuk pertahanan militer maupun instrumen diplomasi.
"Pushidrosal memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya dalam mendukung operasi pertahanan negara dan keselamatan navigasi pelayaran, tetapi juga sebagai penyedia data dan informasi hidro-oseanografi yang menjadi landasan penting dalam diplomasi maritim Indonesia," ujar Budi, dikutip dari keterangan Dispen Pushidrosal, Selasa (4/8).
Budi melanjutkan, data hidro-oseanografi menjadi kunci utama dalam mematok wilayah kedaulatan negara di forum global.
"Termasuk penegasan batas-batas wilayah laut di tingkat internasional," tegasnya.
Baca Juga: Regenerasi Kepemimpinan, Pangkorpasgat Pimpin Sertijab Komandan Satbravo 90
Ia pun menambahkan, akurasi data lapangan sangat menentukan posisi tawar Indonesia di meja perundingan.
"Sinergi antara diplomasi luar negeri dan data survei hidro-oseanografi yang akurat adalah kunci utama dalam mempertahankan kedaulatan serta hak berdaulat Republik Indonesia di wilayah laut," kata Budi.
Selain perundingan perbatasan, Pushidrosal dan Kemlu RI bakal memperkuat pengawalan hukum laut internasional (United Nations Convention on the Law of the Sea/UNCLOS 1982). Pushidrosal siap memasok data pemetaan maritim, bantuan teknis, hingga pertimbangan pakar hidro-oseanografi guna mendukung seluruh agenda diplomasi maritim Indonesia ke depan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































