Guskamla Koarmada II Jaga Keamanan dan Kedaulatan Perbatasan Laut Timor

Jakarta, IDM - Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Koarmada II Laksamana Pertama TNI Teguh Prasetya mengunjungi perbatasan Indonesia-Timor Leste-Australia menggunakan KRI Multatuli-561.
Kedatangan Teguh disambut oleh Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) VII Laksamana Pertama TNI I Putu Darjatna di dermaga Mako Lantamal VII, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (15/3).
Baca Juga: Prajurit Denjaka Ikuti Force Integration Training di Pahang Malaysia
Teguh mengatakan, kegiatan pengamanan dan penegakkan kedaulatan laut di perbatasan adalah instruksi Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI Maman Firmansyah, agar unsur gelar operasi hadir di laut.

Terutama, kata Teguh, pengamanan di perbatasan-perbatasan untuk membantu dan mengawal nelayan-nelayan lokal mencari ikan di wilayah perbatasan agar memberikan rasa aman.
Baca Juga: Dankoopsus TNI Kirim Prajurit Latihan Gabungan Bersama Malindo Darsasa-11AB/2023
"Selain itu juga demi tegaknya kedaulatan wilayah perairan Indonesia, khususnya di perbatasan," jelasnya dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Kamis (16/3).
KRI Multatuli-561 yang saat ini sedang melaksanakan operasi 'Jaga Baruna-23' juga membawa dan melaksanakan pergeseran calon siswa (casis) Bintara dan Tamtama 2023 Panda Lantamal VII Kupang menuju Lantamal VI Makasar. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































