Gunung Anak Krakatau Erupsi, TNI AL Sisir Nelayan di Laut Banten

Jakarta, IDM – Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten menerjunkan personel untuk menyisir kawasan pesisir Merak hingga perairan Banten, Senin (7/9). Aksi ini merespons semburan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mulai menjangkau area pelabuhan dan jalur pelayaran.
Prajurit di lapangan membagikan masker gratis kepada warga pesisir sekaligus mengimbau para pengguna jalan di sekitar Pelabuhan Merak. Petugas meminta warga terus mengenakan pelindung pernapasan saat beraktivitas di luar ruangan.
Baca Juga: Tampil Memukau, Atlet Yonif 413/Bremoro Raih Podium Panglima TNI Run 2026
Tak hanya di darat, pos angkatan laut (posal) mengitari perairan Banten menggunakan kapal patroli. Petugas menghentikan sejumlah perahu nelayan yang berlayar mendekati zona bahaya letusan.
Komandan Lanal Banten Letnan Kolonel Laut (P) Wawan Subagyo Mardani menegaskan keselamatan warga dan nelayan menjadi prioritas utama jajarannya selama masa erupsi.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun tidak mengabaikan kewaspadaan. Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, kurangi kegiatan yang tidak diperlukan di luar rumah, dan selalu mengikuti informasi serta imbauan resmi dari pihak berwenang," ujar Wawan, dikutip dari keterangan Dispenal.
Wawan menambahkan personel Posal di seluruh wilayah terdampak terus bersiaga. Petugas memastikan tidak ada perahu nelayan yang menerobos garis batas aman di laut.
Baca Juga: Lanud Adi Soemarmo Bantu Penanganan Kebakaran TPA Putri Cempo
Penyisiran di perairan Banten ini berpatokan pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pemantauan citra satelit BMKG mendeteksi sebaran abu vulkanik yang melingkupi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.
Semburan debu vulkanik tersebut membumbung hingga ketinggian 50.000 kaki ke arah barat daya dan 20.000 kaki ke arah timur. Imbas paparan abu yang meluas di ruang udara Banten dan Selat Sunda ini memicu penutupan sementara empat bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































