HANKAM

Gunakan Teknologi Pirolisis, TNI AD Olah Sampah jadi BBM

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat menghadiri ground breaking Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Ciketing, Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/8). (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan pihaknya akan mengelola sampah di TPA Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat untuk Energi Listrik (PSEL).

Hal ini dikatakannya saat menghadiri ground breaking Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Ciketing, Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/8).

Dilansir dari keterangan Dispenad, Maruli mengatakan timbunan sampah lama yang selama ini menjadi persoalan lingkungan akan diupayakan menjadi sumber energi alternatif. TNI AD katanya akan membantu dengan turut mengolah sampah lama menggunakan teknologi pirolisis.

Baca Juga: Bawa APAR, 14 Penerjun TNI AU Ikut Padamkan Karhutla di Kawasan Way Kambas

Teknologi pirolisis tersebut lanjut Maruli akan dikembangkan untuk mengolah timbunan sampah lama yang telah bercampur dan menumpuk dalam jumlah besar menjadi bahan bakar, khususnya bahan bakar minyak jenis solar.

"Tantangan utama bukan hanya pada teknologi, tetapi juga proses memilah sampah lama yang telah bertahun-tahun berada di tempat pembuangan.

Yang kami akan olah adalah timbunan-timbunan sampah lama. Yang inilah mungkin sampai dengan sekarang masih belum ada yang bisa memilah ini (sampah lama),” ujar Maruli.

Dalam rencana pengembangannya, lanjut Maruli, fasilitas pengolahan tersebut diproyeksikan mampu menangani sekitar 1.000 ton sampah per hari dengan kebutuhan lahan sekitar lima hektare. Sebelum diproses melalui teknologi pirolisis, sampah akan melalui tahap pre-treatment untuk memilah dan menyiapkan material yang akan diolah.

Sejumlah lokasi dengan timbunan sampah lama juga telah menjadi perhatian TNI AD, di antaranya Bantargebang, Galuga Bogor, dan Sarimukti. Kasad berharap proses penyiapan dan perizinan lahan di sejumlah wilayah dapat segera diselesaikan sehingga pengolahan sampah dapat mulai dilaksanakan.

Baca Juga: Helikopter Caracal TNI AU Jalani Misi Water Bombing untuk Atasi Karhutla Kalbar

Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi beban timbunan sampah sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai manfaat. Dengan demikian, sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan dapat diolah menjadi sumber energi alternatif.

"Melalui pemanfaatan teknologi serta sinergi dengan berbagai pihak, TNI AD siap turut mengubah persoalan sampah menjadi sumber daya yang memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Maruli.

Untuk diketahui, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik antara PT. PLN dan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL serta penandatangan kesepakatan bersama antara Pemkot Bekasi dengan BUPP Pirolisis.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.