HANKAM

Gunakan Colibri, Kemhan bersama Kemenkes dan TNI AU Gelar Simulasi Evakuasi Medis Udara di RSPPN Soedirman

Simulasi evakuasi medis udara
Simulasi evakuasi medis udara di RSPPN Soedirman yang digelar oleh Kemhan, Kemenkes, dan TNI AU. (Foto: Dok. Kemhan RI)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI melalui Pusat Kesehatan Pertahanan (Puskeshan) menggelar simulasi air medical evacuation atau evakuasi medis udara bersama Kementerian Kesehatan dan TNI Angkatan Udara.

Evakuasi medis udara itu menggunakan helikopter EC-120B Colibri yang mendarat di heliport atau landasan helikopter di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Soedirman, Jakarta Selatan, Rabu (21/10).

Baca Juga: Wapang TNI Jenderal Maruli Simanjuntak Tinjau Perbatasan dan Pembangunan Infrastruktur di Miangas

Kemhan RI menulis, kegiatan tersebut bertujuan menguji kesiapan personel sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas instansi dalam mendukung pengembangan layanan ambulans udara di Indonesia.

Simulasi menggunakan helikopter EC-120B Colibri dengan skenario evakuasi pasien yang mengalami patah tulang dan henti jantung menuju RSPPN Soedirman. Setibanya di rumah sakit, pasien dengan patah tulang dibawa menuju kamar operasi, sedangkan pasien henti jantung dievakuasi ke ruang catheterization laboratory (cathlab) untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Sehari sebelumnya, atau pada Selasa (20/10), juga telah dilaksanakan penyerahan sertifikat kelaikan fasilitas pendukung penerbangan untuk heliport RSPPN Soedirman.

Simulasi evakuasi medis udara
Simulasi menggunakan helikopter EC-120B Colibri dengan skenario evakuasi pasien yang mengalami patah tulang dan henti jantung menuju RSPPN Soedirman. (Foto: Dok. Kemhan RI)

Dalam keterangan pers setelah simulasi, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan bahwa latihan tersebut merupakan bentuk kolaborasi Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertahanan, dan TNI Angkatan Udara dalam mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan layanan ambulans udara, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

“Pengembangan tersebut mencakup penyiapan armada, sumber daya manusia, serta fasilitas pendukung dan rumah sakit di berbagai wilayah Indonesia,” kata Wamenkes.

Baca Juga: 136 Prajurit Jajaran Kogabwilhan III Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskeshan Kemhan RI sekaligus Kepala RSPPN Soedirman, Brigjen TNI dr. Sunaryo Kusumo menyampaikan bahwa simulasi tersebur merupakan wujud kesiapan rumah sakit dalam mendukung program nasional di bidang kesehatan.

Kegiatan tersebut menjadi acuan bagi pengembangan layanan evakuasi medik udara di daerah terpencil dan terluar dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kondisi wilayah masing-masing.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.