HANKAM

Gudang Logistik Dibangun TNI, Masyarakat Sinak dan Agandugume Tak Kelaparan Lagi

Satgas Yonif 751/VJS dan Denzipur 12/OHH
Satgas Yonif 751/VJS dan Denzipur 12/OHH bersama masyarakat Agandugume dengan latar gudang logistik Agandugume. (Foto: Pendam XVII/Cenderawasih)

Jakarta, IDM – Asa dan mimpi masyarakat Distrik Sinak dan Agandugume di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah untuk terhindar dari bencana kelaparan akan terwujud. Kamis, (16/1) dan Agustus tahun 2024 lalu dua gudang logistik ini diresmikan dan akan beroperasi.

Dilansir keterangan dari Pendam XVII/Cenderawasih, Jumat, (17/1) pembangunan gudang logistik ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden RI untuk mengatasi bencana kelaparan di Papua Tengah khususnya di Agandugume. Respon cepat dilakukan oleh Kementerian PMK RI dan BNPB berkerja sama dengan Kodam XVII/Cenderawasih untuk membangun gudang logistik BNPB di Sinak dan Agandugume.

Baca Juga: Prajurit Yonko 463 Kopasgat Tingkatkan Kemampuan Infiltrasi dalam Latihan Terjun Penyegaran Gabungan

Selama proses pengerjaan gudang logistik Agandugume yang diresmikan kali ini dilaksanakan oleh prajurit bersama-sama masyarakat sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik dan kini sudah dapat di operasionalkan.

Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Thevi A Zebua bahwa gudang logistik BNPB di Agandugume tersebut, dibangun di atas lahan seluas 60 M x 100 M dengan kontruksi bangunan sesuai dengan yang direncanakan oleh Kementerian PMK RI dan BNPB.

Selama pembangunan gudang ini, Satgas Yonif 751/VJS dan Denzipur 12/OHH menjalankan misi pengamanan, mulai dari pembangunan di Sinak, dilanjutkan perebutan daerah Agandugume dan proses pembangunan Gudang Logistik Agandugume sampai dengan selesai sehingga dapat diresmikan tanpa ada gangguan apapun.

Baca Juga: Puluhan Prasis Semaba PK Wanita TNI AU A-54 Lakukan Long March, Tempuh Jarak 12 Kilometer

Seperti diketahui bersama bahwa latar belakang pembangunan gudang logistik Agandugume berawal dari musim kemarau panjang pada bulan Mei 2023 yang mengakibatkan kekeringan dan munculnya embun upas akibat suhu ekstrim yang berdampak pada matinya lahan pertanian/kebun masyarakat yang juga berdampak pada gagal panen, sehingga masyarakat kekurangan makanan, air bersih, kelaparan dan penyakit diare di Distrik Agandugume yang mengakibatkan bencana kelaparan dan 6 orang meninggal dunia.

Hal inilah yang semakin memotivasi pemerintah dalam hal ini PMK RI, BNPB bekerja sama dengan Kodam XVII/Cenderawasih membangun gudang. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.