HANKAM

Grup 1 Angkut Tingkatkan Kesiapan Operasional lewat Latihan Survival Dasar Bima Sakti XVLI A

Komandan Grup 1 Angkut Marsma TNI Ali Gusman
Komandan Grup 1 Angkut Marsma TNI Ali Gusman mengecek kesiapan personel dalam apel kesiapan Latihan Survival Dasar Bima Sakti XVLI A. (Foto: Dok. Instagram @grup_1_angkut_koopsau)

Jakarta, IDM – Grup 1 Angkut menggelar Latihan Survival Dasar Bima Sakti XVLI A yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapan operasional awak pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) agar andal dan profesional dalam menghadapi beragam tantangan tugas.

Latihan tersebut diawali dengan apel gelar kesiapan yang dipimpin Komandan Grup 1 Angkut Marsma TNI Ali Gusman di lapangan apel Skadron Udara 32, Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Senin (19/1).

Apel tersebut menjadi tahapan penting sebelum para personel memasuki kegiatan lapangan. Dalam kesempatan tersebut Komandan Grup 1 Angkut, yang bertindak sebagai Pimpinan Umum Latihan (Pimumlat), dapat memastikan kesiapan seluruh peserta.

Baca Juga: Ungkit Sejarah Erat RI-Portugal, KSAL: Potensi Besar Kerja Sama Pertahanan

Pengecekan yang dilakukan mencakup aspek fisik, mental, maupun administrasi untuk memastikan pelaksanaan latihan berjalan dengan aman, tertib, serta sesuai dengan rencana.

Personel Grup 1 Angkut
Jajaran personel Grup 1 Angkut mengikuti materi Latihan Survival Dasar Bima Sakti XVLI A. (Foto: Dok. Instagram @grup_1_angkut_koopsau)

Melansir keterangan foto dalam unggahan Instagram @grup_1_angkut_koopsau, Selasa (20/1), para personel TNI Angkatan Udara yang terlibat dalam latihan ini berasal dari skadron udara di jajaran Wing Udara 1.2 dan Wing Udara 1.3.

Latihan Survival Dasar Bima Sakti XVLI A bakal digelar di wilayah Lanud Abdulrachman Saleh serta Waduk Karangkates, Kepajen, Malang, Jawa Timur.

Baca Juga: Ibaratkan BSSN Angkatan Perang Asimetris, Menhan Sebut Kekuatan Siber tak Boleh Terpecah Belah

Beragam materi yang diberikan kepada para peserta untuk melatih kemampuan bertahan hidup dalam kondisi darurat dan terbatas, mulai dari Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K); Ilmu Medan, Peta, dan Kompas (IMPK); survival air; hingga Keselamatan, Survival, dan Tata Cara Penerbangan (KSTP).

Melalui materi-materi tersebut, para peserta diharapkan memiliki kesiapan individu yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi penugasan. Dengan demikian, saat menghadapi kondisi darurat dan terbatas, awak pesawat mampu bertahan hidup hingga bantuan tiba.

“Latihan Survival Dasar tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membentuk sikap disiplin, ketangguhan, serta kemampuan bekerja sama dalam menghadapi situasi darurat,” pungkas Marsma TNI Ali. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.