Gerak Cepat TNI Bantu Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sibolga dan Sumatra Barat

Jakarta, IDM – Gelombang banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sibolga (Sumatera Utara), dan Sumatra Barat sejak akhir November 2025 mengakibatkan dampak besar bagi masyarakat. Ribuan warga terisolasi, akses jalan terputus, dan kebutuhan darurat meningkat tajam.
Menyikapi kondisi tersebut, Tentara Nasional Indonesia (TNI) bergerak cepat dengan mengerahkan kekuatan darat, laut, dan udara untuk memastikan bantuan sampai ke titik-titik terdampak.
Di Aceh, wilayah yang terisolasi akibat banjir bandang mendapat bantuan melalui operasi udara. Pesawat CN-295 dan C-130 Hercules TNI AU melakukan airdrop logistik seberat 2,5 ton, berupa makanan siap saji, obat-obatan, pakaian, dan perlengkapan darurat. Bantuan ini dijatuhkan langsung ke lokasi pengungsian di Aceh Tamiang untuk memastikan warga yang terjebak tetap mendapat suplai kebutuhan pokok.
Baca Juga: TNI Siagakan 30.151 Prajurit Antisipasi Banjir Susulan di Aceh-Sumut-Sumbar
Untuk wilayah Sibolga, TNI AU melalui Lanud Roesmin Nurjadin mengirimkan 5,4 ton bantuan menggunakan pesawat CN-295. Bantuan terdiri dari 3,2 ton logistik kebutuhan masyarakat serta 2,2 ton bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung operasional di daerah terdampak. Kehadiran jembatan udara ini sangat vital karena jalur darat sulit ditembus akibat longsor.
Di Sumatra Barat, TNI melaksanakan operasi kemanusiaan berskala besar dengan mengerahkan pesawat Hercules, Airbus A400M, serta lima KRI termasuk kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso-990 dan KRI dr. Radjiman-992.
Total bantuan yang dikirim mencapai 76.500 ton logistik, mencakup sembako, alat berat, tenda pengungsi, serta tim medis lengkap. Kehadiran kapal rumah sakit memungkinkan pelayanan kesehatan langsung di perairan sekitar Padang dan Agam.
Baca Juga: Panglima TNI dan KSAD Jelaskan Beras Berceceran saat Airdrop Bantuan Bencana Banjir-Longsor
TNI turut mengerahkan tenaga kesehatan ke beberapa daerah terdampak dengan formasi 5 dokter dan 10 perawat dari RSPPN Soedirman, 6 dokter dan 10 perawat dari Mabes AL, serta 2 dokter, 1 perawat, dan 1 apoteker dari KRI.
Sampai saat ini, ribuan prajurit TNI diterjunkan ke tiga provinsi tersebut. Mereka bertugas melakukan evakuasi korban, membangun jembatan darurat, mendistribusikan logistik, serta memberikan layanan kesehatan.
“Saya sudah mengerahkan total keseluruhan 30.151 personel di semua wilayah yang terdampak dengan kelengkapannya,” kata Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/12). (nhn)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































