Gerak Cepat Personel Lanud Husein Sastranegara Bantu Penanganan Longsor Cisarua

Jakarta, IDM – Lanud Husein Sastranegara bergerak cepat membantu penanganan tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, dengan mengerahkan sejumlah personel ke lokasi terdampak, Minggu (25/1).
Tanah longsor di kawasan tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah kaki Gunung Burangrang selama dua hari berturut-turut. Kondisi tersebut kemudian memicu pergerakan tanah di wilayah Desa Pasirlangu.
Setibanya di lokasi, personel Lanud Husein Sastranegara bersama para relawan bahu-membahu membersihkan material longsor serta membantu proses evakuasi dan penanganan di wilayah terdampak.
Baca Juga: Rekruitmen Prajurit Karier TNI, Ini Daftarnya
Sehari sebelumnya, Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI MD. Irman Fathurrahman telah meninjau langsung lokasi terdampak bencana sekaligus memastikan kondisi lapangan serta kebutuhan mendesak warga pascabencana.

Irman kemudian menegaskan komitmen TNI Angkatan Udara (TNI AU), melalui Lanud Husein Sastranegara, untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan secepatnya. Ini adalah wujud nyata komitmen TNI AU dalam misi kemanusiaan, terutama saat bencana terjadi,” ujar Irman dikutip dari unggahan instagram @lanud_husein_sastranegara, Senin (26/1).
Baca Juga: TNI AD Buka Suara Terkait Insiden Truk TNI Tabrak Polisi di Cisarua
Ia menambahkan, keterlibatan para personel Lanud Husein Sastranegara dalam penanggulangan bencana tanah longsor ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan yang tercantum di dalam kerangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Dalam pelaksanaannya, Danlanud Husein Sastranegara memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta instansi terkait dalam proses evakuasi dan penanganan lanjutan bencana.
“Sinergi antara TNI AU dan instansi terkait serta relawan dalam penanganan bencana ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi lintas unsur untuk menghadapi situasi darurat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat,” pungkas Marsma TNI MD. Irman. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































