Geopolitik Dunia Memanas, Unhan dan Inggris Bikin 'Strategi Cerdas' Hadapi Ancaman Global

Jakarta, IDM – Situasi geopolitik dunia yang kian memanas dan penuh ketidakpastian menuntut Indonesia memiliki strategi pertahanan adaptif. Merespons hal ini, Universitas Pertahanan (Unhan) menggandeng kampus top Inggris, King’s College London, untuk meracik strategi pertahanan masa depan.
Langkah strategis ini ditandai dengan pembukaan webinar internasional bertajuk "Strategic Foresight and National Resilience" di Kampus Unhan, Sentul, Bogor, Rabu (14/1).
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menegaskan pertahanan masa depan tidak bisa lagi hanya mengandalkan kekuatan fisik semata. Penguasaan sains dan riset adalah kuncinya.
Baca Juga: TNI AD Berduka, Satu Prajurit Gugur Usai Tugas Kemanusiaan di Aceh
"Inisiatif ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan riset sebagai fondasi utama pembangunan kekuatan bangsa," ujar Stella, dikutip dari keterangan Humas Unhan, Jumat (23/1).
Menurut Stella, Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) dan memiliki daya saing global. Sektor pertahanan, lanjutnya, harus menjadi motor penggerak inovasi teknologi dan ekonomi nasional.
Kampus Jadi Laboratorium Strategi
Di tempat yang sama, Rektor Unhan Letnan Jenderal (Purn) Anton Nugroho menegaskan peran vital perguruan tinggi. Ia ingin Unhan bertransformasi menjadi "laboratorium gagasan" yang melahirkan para pemimpin dengan kemampuan berpikir kritis.

"Webinar ini adalah wujud konkret kerja sama strategis untuk membangun ekosistem pemikiran pertahanan masa depan," tegas Anton.
Mengenal 'Strategic Foresight'
Dalam kolaborasi ini, Unhan dan King's College London fokus pada strategic foresight. Inii bisa diartikan sebagai "strategi cerdas" untuk membaca tanda-tanda zaman.
Pakar dari King's College London John Gearson, menjelaskan strategic foresight bukan sekadar meramal masa depan. Ini adalah kemampuan untuk memetakan berbagai skenario ancaman, mulai dari konflik wilayah, disrupsi teknologi, hingga perang informasi, dan menyiapkan solusinya sebelum hal itu terjadi.
Sementara perwakilan British Council, menyebut kolaborasi ini sebagai bagian dari kemitraan strategis UK–Indonesia, bertujuan memperkuat ketahanan nasional kedua negara dari ancaman geopolitik, disrupsi teknologi, hingga ancaman disinformasi (hoaks).
Baca Juga: Menhan Sjafrie Tinjau Pendidikan Vokasi Logistik Militer Unhan di Belu
Antusiasme Tinggi
Diskusi kelas dunia ini menyedot perhatian besar. Tercatat 488 peserta dari kalangan akademisi, militer, hingga birokrat hadir, baik secara luring maupun daring. Kegiatan ini juga dihadiri secara daring oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.
Rangkaian diskusi strategis antara Unhan dan King’s College London ini dijadwalkan akan berlangsung secara berkelanjutan hingga Juni 2026. Hal ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik yang dinamis. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































