HANKAM

Gencarkan Pengawasan di Jalur Laut Papua, TNI AL Perketat Razia Satwa hingga Gagalkan Penyelundupan

TNI AL, BKSDA
TNI AL, BKSDA, dan instansi terkait berfoto bersama di depan lambung KM Gunung Dempo usai menggelar operasi gabungan pengawasan satwa liar di Pelabuhan Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (17/10). (Foto: Dok. Kodaeral XIV)

Jakarta, IDM - TNI AL memperketat barisan pengamanan perairan demi memutus rantai perdagangan ilegal satwa liar yang dilindungi undang-undang di tanah Papua. Dalam sepekan terakhir, TNI AL bergerak serentak menggelar razia ketat di atas kapal penumpang hingga kapal perang.

Aksi penindakan paling mencolok terjadi di Pelabuhan Umum Pelindo Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (17/10). Tim gabungan pengamanan pelabuhan berhasil membongkar upaya penyelundupan 16 ekor burung Kasturi Kepala Hitam yang disembunyikan pelaku di dalam saluran pendingin udara (AC) kapal KM Gunung Dempo.

Baca Juga: Tuntas Evakuasi KMP Virgo, KSAL Anugerahi Penghargaan untuk Prajurit TNI AL

Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) XIV Laksda TNI Djatmoko, menegaskan jajarannya tidak akan memberi kompromi terhadap segala bentuk pelanggaran konservasi di jalur laut wilayah kerjanya.

burung Kasturi
Tampak 16 ekor burung Kasturi Kepala Hitam yang berhasil disita petugas dari upaya penyelundupan. Sebagian besar satwa tersebut disembunyikan pelaku di dalam saluran pendingin udara (AC) kapal. (Foto: Dok. Kodaeral XIV)

"Keberhasilan ini merupakan komitmen Kodaeral XIV Sorong bersama instansi terkait dalam memperketat pengawasan jalur laut, mencegah penyelundupan satwa dilindungi, serta menjaga kelestarian kekayaan hayati Papua," ujar Djatmoko.

Di sisi lain, operasi pencegahan serupa digencarkan di zona perairan selatan. Prajurit TNI AL menyisir seisi geladak kapal perang KRI Teluk Bintuni-520 yang bersandar di Pelabuhan Umum Yos Sudarso, Merauke, Papua Selatan, Minggu (18/10).

Baca Juga: Kombinasi Helikopter Panther dan N-Bell 412, Penerbang TNI AL dan Kopaska Simulasi Operasi Khusus

Tim gabungan intelijen, polisi militer TNI AL (Pomal), bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) memeriksa ketat seluruh barang bawaan prajurit Satuan Tugas Batalion Infanteri 143/TWEJ yang baru bertugas. Dari hasil penyisiran teliti tersebut, petugas memastikan tidak ada satu pun satwa dilindungi yang dibawa keluar secara ilegal, sekaligus membuktikan disiplin tinggi para prajurit di lapangan.

Tim gabungan
Tim gabungan intelijen, polisi militer TNI AL, dan BKSDA juga menyisir ketat geladak kapal perang KRI Teluk Bintuni-520 yang sandar di Merauke, Papua Selatan, Minggu (18/10). (Foto: Dok. Kodaeral XI)

Komandan Kodaeral XI Laksda TNI Joko Andriyanto, mengingatkan, penyelamatan ekosistem Papua membutuhkan kepedulian kolektif lintas instansi dan masyarakat.

"Mari kita bersama-sama menaati aturan dan menjaga kelestarian tumbuhan serta satwa liar, khususnya spesies yang dilindungi. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk memastikan kekayaan alam Papua tetap terjaga, salah satunya dengan mencegah tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi dibawa keluar dari Papua secara ilegal," tegas Joko.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.