HANKAM

Gelar Seleksi Athan RI dan Atase Udara, TNI AU Siapkan Pamen Terbaik sebagai Perwakilan Negara

Atase Pertahanan (Athan) RI dan Atase Udara
Puluhan perwira menengah TNI Angkatan Udara yang mengikuti seleksi Atase Pertahanan (Athan) RI dan Atase Udara periode 2027-2030. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) menyiapkan para perwira menengah (Pamen) terbaiknya untuk mengemban tugas sebagai Atase Pertahanan (Athan) RI dan Atase Udara (Atud) di sejumlah negara sahabat.

Asisten Intelijen (Asintel) KSAU Marsda TNI Jatmiko Adi menegaskan bahwa Atase Pertahanan RI dan Atase Udara merupakan salah satu instrumen diplomasi pertahanan yang memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan luar negeri pemerintah Indonesia.

Baca Juga: Gunakan Pesawat Casa, TNI AU Kirim Bantuan dan Beri Layanan Medis Jangkau Wilayah Perbatasan

“Selain membangun kerja sama pertahanan dengan negara sahabat, Athan RI dan Atud juga menjadi penyambung suara, mata, dan telinga dari negara yang diwakilinya,” ungkap Asintel KSAU.

Asintel KSAU Marsda TNI Jatmiko Adi
Asintel KSAU Marsda TNI Jatmiko Adi menghadiri seleksi Athan RI dan Atase Udara yang digelar oleh TNI AU. (Foto: Dok. Dispenau)

Untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut, TNI AU menggelar seleksi bagi para calon Athan RI dan Atud periode 2027 – 2030 di Gedung Suharnoko Harbani, Jakarta, Rabu (17/6). Proses seleksi dijadwalkan berlangsung hingga 30 Juni 2026 dan diikuti oleh 32 Pamen TNI Angkatan Udara.

Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam siaran persnya yang dikutip Jumat (19/6) menjelaskan, proses seleksi mencakup sejumlah penilai, yaitu administrasi, tes bahasa inggris, dan pemeriksaan psikologi.

Baca Juga: TNI Kumpulkan Bintara yang Bermain di Timnas Sepak Bola, Ini Tujuannya

Tahapan lainnya mencakup pemeriksaan kesehatan jiwa, kesehatan umum dan kesamaptaan jasmani, mental ideologi, serta wawancara sebagai tahap akhir. Seluruh rangkaian seleksi tersebut dilakukan untuk menjaring personel terbaik yang akan mengemban tugas sebagai perwakilan TNI di luar negeri.

"Athan RI dan Atud yang terpilih nantinya harus mampu mengaplikasikan kebijaksanaan luar negeri khususnya di bidang diplomasi pertahanan dimana akan menjadi penyambung suara dari politik luar negeri negara kita," pungkas Marsda TNI Jatmiko.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.