HANKAM

Gelar Rapat Terbatas, Presiden Jokowi Minta TNI-Polri Kawal Pembangunan Papua

Jokowi
Presiden Joko Widodo saat menggelar rapat terbatas dengan TNI-Polri. (Foto: Twitter @Jokowi)

Jakarta, IDM - Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas di Papua, Rabu, (22/3). Rapat ini digelar beberapa jam setelah Jokowi tiba di Jayapura.

Dalam rapat tersebut Presiden menekankan kepada seluruh jajaran TNI dan Polri agar mengawal pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Papua.

Baca Juga: Dankodiklatau Tinjau Kesiapan Skadik 103, Bakal Sekolah PTTA TNI AU

"Beberapa saat setiba di Jayapura, semalam, saya menggelar rapat terbatas bersama jajaran pengamanan wilayah Provinsi Papua. Saya menekankan kepada seluruh jajaran TNI dan Polri agar mengawal pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Papua," kata Jokowi seperti dikutip dari akun resmi Twitternya @Jokowi.

Sebelumnya, Presiden baru saja meresmikan Papua Youth Creative Hub, di Kota Jayapura, Selasa (21/3).

Pada kesempatan tersebut Jokowi juga menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini bersifat Indonesia-sentris dan Papua menjadi salah satu prioritas pembangunan.

“Sekali lagi, ingin saya sampaikan bahwa pembangunan Indonesia sekarang bukan Jawa-sentris, tetapi Indonesia-sentris. Dan, tanah Papua menjadi prioritas dari pembangunan yang kita lakukan,” kata Jokowi.

Baca Juga: KSAD Gelar Acara Wayang Golek Cerita Peperangan

Presiden pun memaparkan sejumlah pembangunan yang telah dilakukan di Papua, mulai dari pembangunan Jalan Trans Papua dan jalan perbatasan, pembangunan dan revitalisasi bandar udara (bandara), hingga pembangunan kawasan perbatasan dan pos lintas batas negara (PLBN).

“Jalan Trans Papua 3.462 kilometer telah kita bangun di tanah Papua, jalan di perbatasan, 1.098 kilometer telah dibangun di tanah Papua, Jembatan Youtefa 1,3 kilometer ada di Jayapura, Bandara Domine Eduard Osok di Sorong juga kita perbaiki terminalnya, bandara di Wamena kita bangun, Jayawijaya. Kemudian juga, pembangunan lintas batas di tiga lokasi, seingat saya di Skouw, kemudian di Sota, kemudian yang terakhir di Yetetkun, di Boven Digoel. Semuanya telah kita selesaikan,” ungkapnya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.