HANKAM

Gelar Latihan Survival Tempur, TNI AU Asah Kesiapsiagaan Personel Koopsud I hingga III

kodiklatau
Wakil Komandan Kodiklatau Marsda TNI Bambang Gunarto, mewakili Komandan Kodiklatau (Dankodiklatau) Marsdya TNI Arif Mustofa, membuka Latihan Survival Tempur TNI AU Tahun 2024. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) menggelar latihan rutin tahunan, Latihan Survival Tempur TNI AU TA 2024, yang berlangsung pada 26 hingga 29 Februari 2024 di wilayah Situ Cipanunjang Pangalengan, Jawa Barat.

Dilansir dari laman TNI AU, Selasa (17/2), latihan tersebut dikuti oleh para awak pesawat dari setiap satuan operasional TNI AU. Tahun ini, sebanyak 144 peserta ambil bagian, di mana 71 peserta berasal dari Komando Operasi Udara (Koopsud) I; 63 peserta dari Koopsud II; 10 peserta asal Koopsud III; dan 163 orang lainnya merupakan pendukung latihan.

Latihan Survival Tempur TNI AU secara resmi dibuka oleh Wadan Kodiklatau Marsda TNI Bambang Gunarto, yang mewakili Komandan Kodiklatau (Dankodiklatau) Marsdya TNI Arif Mustofa, di lapangan apel Wingdik 800/Pasgat, Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung, Senin (26/2).

Baca Juga: KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 Akan Tempuh 20 Hari Pelayaran ke Indonesia

Dalam sambutan Dankodiklatau, yang dibacakan Wadan Kodiklatau, ditegaskan, Latihan Survival Tempur TNI AU dilaksanakan untuk menjaga serta meningkatkan keterampilan awak pesawat dalam menghadapi situasi darurat di medan pertempuran.

kodiklatau
Peserta Latihan Survival Tempur TNI AU Tahun 2024. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

“Latihan ini juga untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan seluruh awak pesawat satuan udara TNI AU untuk bertahan hidup pada keadaan darurat/pendaratan darurat/bail out dalam misi operasi udara gabungan pada opersi militer perang (OMP)," kata Dankodiklatau.

Sejumlah materi yang diberikan kepada peserta antara lain materi bertahan hidup (survival); menghindarai deteksi dan penangkapan oleh musuh (evasion); mempertahankan diri dalam kondisi darurat (resistance); serta meloloskan diri dari daerah musuh (escape).

Baca Juga: Bina Potensi Maritim, Babinpotmar Lanal Tegal Terima Motor Bantuan Kemhan

“Latihan ini sebagai lanjutan dari latihan survival dasar yang memberikan bekal pengalaman Survival, Evasion, Resistance, Escape (SERE) bagi awak pesawat TNI AU, sehingga memiliki kemampuan untuk melaksanakan survival di medan pertempuran dan dapat bekerjasama dalam operasi combat SAR,” sambung Dankodiklatau.

Usai mengikuti latihan ini, seluruh peserta diharapkan dapat menjadi air crew yang andal dan profesional, serta mampu menyiapkan diri dalam segala kondisi. “Selamat berlatih, tunjukkan yang terbaik dan tetap utamakan safety (keselamatan),” pungkasnya. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.