HANKAM

Gelar Latgakkumla, Danpuslatopsla Bahas Hukum dan Konflik Laut Cina Selatan

prajurit Kodiklatal
Ratusan prajurit Kodiklatal mengikuti latihan Penegakkan Hukum di Laut selama sepekan di Surabaya. (Foto: Dok. Pen Kodiklatal)

Jakarta, IDM - 126 prajurit Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal), mengikuti Latihan Penegakkan Hukum di Laut (Latgakkumla). Kegiatan dibuka langsung oleh Komandan Pusat Latihan Operasi Laut (Danpuslatopsla) Kolonel Laut (P) Donny Suharto, Surabaya, Senin (13/3).

Latihan yang berlangsung selama sepekan tersebut diisi dengan sejumlah materi, seperti hukum laut internasional dan acara pidana, organisasi dan prosedur keamanan laut, penghentian, pemeriksaan dan penahanan kapal, serta praktik penegakkan hukum di laut.

Baca Juga: Prabowo Bertekad untuk Bangun Komando Teritorial

Dalam sambutannya, Donny menyampaikan wilayah laut Indonesia yang sangat luas berpotensi terjadi pelanggaran hukum di laut, antara lain perompakan, illegal fishing dan logging, terorisme pencemaran lingkungan, pencurian cagar budaya, imigran gelap dan penyelundupan.

"Sesuai amanat UU nomor 34 tahun 2004, salah satu tugas TNI AL menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut yurisdiksi nasional, sesuai ketentuan hukum nasional internasional yang diratifikasi," ujarnya dikutip dari keterangan Pen Kodiklatal, Rabu (15/3).

prajurit Kodiklatal
(Foto: Dok. Pen Kodiklatal)

Donny juga memberikan materi hukum internasional dan konflik di Laut Cina Selatan. Ia membahas konflik serta perkembangan di Laut China Selatan. Menurutnya, area maritime of interest dari claimant states di sekitar Laut Cina Selatan beririsan dengan Laut Natuna Utara (LNU) yang termasuk wilayah Zona Economic Exclusive Indonesia.

"Bagaimana langkah-langkah dalam mengelola Laut Cina Selatan yang berbatasan dengan Laut Natuna Utara agar tidak terjadi konflik di perairan perbatasan," jelasnya.

Baca Juga: Jadi Warga Kehormatan Kopasgat TNI AU, Prabowo: Saya Akan Jaga Kehormatan Korps Baret Jingga

Donny pun berharap latihan dapat terlaksana sesuai program yang direncanakan dan penuh keyakinan serta tanggung jawab maupun memanfaatkan fasilitas sarana dan prasarana selama latihan dengan baik.

"Latgakkumla ini dapat memberikan pembelajaran dan pengetahuan bagi antap Kodiklatal secara profesional dan proporsional, sesuai standar operasi prosedur (SOP) yang benar," tandasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.