HANKAM

Geger Isu WNI Tentara Rusia Kirim Surat ke Menlu, Jubir Kemlu: Masuk WA Pribadi Saya!

Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang
Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang saat press briefing di Jakarta, Kamis (17/9). (Foto: Dok. YouTube Kemlu RI)

Jakarta, IDM – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) meluruskan kabar liar mengenai surat Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga bergabung menjadi tentara Rusia untuk Menteri Luar Negeri Sugiono. Kemlu memastikan tidak ada surat resmi yang masuk ke meja Menlu.

Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang membongkar cerita sebenarnya di balik klaim surat tersebut. Pesan dari WNI bersangkutan tidak dikirim melalui saluran diplomasi resmi, melainkan masuk langsung ke nomor aplikasi pesan singkat pribadinya.

"Kalau ditanya terkait diklaim ada surat kepada Menlu RI, I'm gonna be candid here, sampai saat ini kita tidak menerima surat resmi untuk Menteri Luar Negeri RI," kata Yvonne dalam press briefing di Jakarta, Kamis (17/9).

Baca Juga: Operasi Helikopter Chinook Jepang Berencana Digeser ke Ketapang Kalbar

Pesan tersebut rupanya dikirim langsung oleh si WNI ke ponsel pribadi Yvonne.

"Tapi ada satu WhatsApp yang notabene dari WNI tersebut ke nomor pribadi saya sebagai Jubir menyampaikan kepada menteri luar negeri," ungkapnya.

Yvonne menegaskan penanganan kasus ini butuh waktu dan verifikasi ketat bersama KBRI Moskow, KBRI Kyiv, serta kementerian terkait. Pemerintah tidak bisa asal ambil tindakan tanpa mengantongi bukti yang valid di lapangan.

Baca Juga: Dua Penerbang Skadron Udara 11 Raih 2.000 Jam Terbang dengan Sukhoi

"Ini bukan hal sederhana yang bisa selesai seperti membalikkan telapak tangan. Semua perlu kita verifikasi dan koordinasikan secara intensif," tegas Yvonne.

Ia mengingatkan, jika keterlibatan WNI dalam pasukan militer asing tersebut nantinya terbukti benar, hal itu murni keputusan pribadi. Tindakan tersebut sama sekali tidak mencerminkan kebijakan politik luar negeri Indonesia.

"Tentunya hal ini merupakan tindakan individual yang tidak merepresentasikan kebijakan kita," pukasnya.

Baca Juga: Ancaman Kehilangan WNI bagi Orang Indonesia yang Nekat jadi Tentara Rusia

Rumor perekrutan WNI ini sebelumnya mencuat usai Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina (Foreign Intelligence Service of Ukraine) merilis laporan resmi. Intelijen Ukraina mengklaim sedikitnya ada delapan WNI yang tergiur tawaran gaji tinggi dan kemudahan paspor Rusia, sebelum akhirnya disiagakan di garis depan pertempuran.

Atas dasar itu, Kemlu mengimbau warga Indonesia agar ekstra waspada terhadap tawaran kerja di wilayah konflik yang berpotensi menyeret mereka ke dalam aktivitas militer negara lain.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.