Gegana Brimob Musnahkan Granat Milik Purnawirawan TNI

Jakarta, IDM – Mendapatkan laporan Tim Jibom Gegana Brimob Daerah Istimewa Yogyakarta. melaksanakan disposal terhadap satu buah bom militer jenis granat fragmentasi (Granat Manggis).
Baca Juga: KRI Bima Suci Uji Ketangkasan Taruna AAL dan Delegasi ASEAN di Tengah Laut!
Dikutip dari keterangan Tim Gegana Jogja, Rabu (15/4), granat tersebut merupakan hasil penyerahan dari seorang Purnawirawan TNI. Selanjutnya, Tim Jibom berkoordinasi dengan Polresta Sleman untuk melaksanakan proses disposal di wilayah Caturharjo, Sleman.
"Kegiatan ini dilakukan untuk mengamankan benda tersebut agar tidak menimbulkan bahaya di kemudian hari, serta memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat sekitar," tulis keterangan Tim Gegana Jogja.
Baca Juga: Sukses Terbang Solo dengan F-16, Penerbang Muda TNI AU Raih Badge ‘Dragon Sierra’
Dijelaskan kegiatan tersebut berjalan dengan aman dan lancar, serta bom militer tersebut berhasil dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku sesuai dengan aspek Opsec (Operational Security) dan Persec (Personnel Security) personel Jibom Gegana Brimob DIY. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































