HANKAM

Gagalkan Penyelundupan Narkoba, 8 Prajurit Lanal Dumai dapat Penghargaan dari KSAL

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali memberikan penghargaan kepada delapan prajurit Lanal Dumai yang berhasil gagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu, Jakarta, Selasa (21/11). (Foto: Dok. Instagram @lanaldumai)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memberikan penghargaan kepada delapan prajurit Pangkalan TNI AL (Lanal) Dumai di sela-sela rapat perencanaan dan keuangan (Renaku) II 2024 di Mako Marinir, Cilandak, Selasa (21/11).

Dikutip dari akun resmi Instagram @lanaldumai, Rabu (22/11), para prajurit tersebut diberikan penghargaan atas keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 5.404 kg di Teluk Lecah, Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Ali memberikan penghargaan kepada delapan prajurit Lanal Dumai tersebut yang diwakili oleh PgS Danposal Tanjung Medang Letda Laut (P) Viki Akbar dan Ur Lid Sintel Serma (Mar) Achmad Kadirin.

Baca Juga: Jadi Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto Paparkan 3 Prioritas Kerja

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada prajurit TNI AL lainnya yang berprestasi sebagai wujud reward dari pimpinan angkatan laut.

KSAL Laksamana Muhammad Ali
(Foto: Dok. Instagram @lanaldumai)

Sebelumnya, tim gabungan Lanal Dumai, mengamankan dua tersangka inisial ZA (49) dan AS (39) warga Kabupaten Bengkalis di Teluk Lecah, Pulau Rupat karena berupaya menerima pengiriman sabu dari Malaysia sebanyak 5.404 kg.

"Penyelundupan 5,4 kg sabu-sabu senilai Rp7,5 miliar ini dibongkar tim gabungan Lanal Dumai dan Satgas Koarmada I pada Senin (11/9)," kata Komandan Lanal (Danlanal) Dumai Kolonel Laut (P) Kariady Bangun.

Baca Juga: Taifib Marinir dan US Marine Latihan Beri Pertolongan ke Korban Perang

Penangkapan ZA dan AS di Teluk Lacah ini sempat terjadi aksi kejar kejaran. Pasalnya, kapal pancung yang dikemudikan pelaku melaju dengan kecepatan tinggi dan satu orang membuang tas warna hitam ke laut.

Dua pelaku tersebut mengaku disuruh seorang warga Malaysia untuk menjemput sabu-sabu dikemas dalam lima bungkusan ini ke Perairan Muar Malaysia dengan speedboat 40 PK. Janjinya diberi imbalan Rp5 juta per bungkus.

"Petugas juga meletuskan tiga kali tembakan peringatan ke udara agar pelaku berhenti kabur. Tas hitam yang dibuang ke laut berhasil ditemukan," kata Kariady.

Baca Juga: Menhan Prabowo Jadi Saksi Pelantikan Panglima TNI oleh Presiden Jokowi

Dalam menjalankan aksinya, pelaku yang mengaku baru pertama kali menjadi kurir suruhan ini berpura pura sebagai nelayan tangkap ikan di laut. Sebelum diserahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Riau, dilakukan tes urine dan dinyatakan positif mengkonsumsi sabu.

Barang bukti lain yang turut disita Lanal Dumai, seperti satu unit kapal pancung tanpa nama warna biru dan sejumlah perlengkapan nelayan, yakni lima keping jaring, satu buah parang, tas hitam, dan tas pinggang kecil. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.