HANKAM

Fregat Siluman Singapura RSS Supreme Datang ke Surabaya, Ini Tujuannya

RSS Supreme.
RSS Supreme, kapal perang jenis fregat milik Angkatan Laut Singapura sandar di Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (29/6). (Foto: Dok. Lantamal V)

Jakarta, IDM – Kota Surabaya kedatangan dua kapal perang milik Angkatan Laut Singapura, yaitu RSS Supreme (S6KN) dan RSS Sovereignty (9VTN) di Tanjung Perak, Minggu (29/6).

Kedatangan dua kapal perang tersebut disambut jajaran Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V Surabaya. Rencananya, RSS Supreme dan RSS Sovereignty akan sandar selama lima hari di Surabaya.

"Kedua kapal perang Singapura tersebut akan berada di Surabaya, mulai 29 Juni-3 Juli," ungkap Asisten Operasi Komandan Lantamal V Letkol Laut (P) Moh Anton Maulana, dikutip dari keterangan Dispen Lantamal V.

Baca Juga: Terdakwa Kasus Korupsi TWP TNI AD Divonis, TNI Perkuat Sistem Agar Kasus Tak Terulang

Anton juga mengatakan, kedatangan RSS Supreme dan RSS Sovereignty di Surabaya dalam rangka pelayaran muhibah sekaligus untuk bekal ulang logistik.

"Maksud dan tujuan kunjungan muhibah ini adalah untuk mempererat hubungan antara kedua negara, khususnya hubungan antara TNI AL dengan Angkatan Laut Singapura yang sudah berlangsung baik sejak lama," lanjut dia.

"Semoga dengan adanya kunjungan ini dapat meningkatkan hubungan kerja sama antara Indonesia dan pemerintah Singapura," imbuhnya.

RSS Supreme.
(Foto: Dok. Lantamal V)

Fregat Siluman Kelas Formidable

RSS Supreme merupakan fregat kelas Formidable. Dari sisi teknologi, kapal perang ini dinilai sebagai fregat tercanggih yang ada di kawasan Asia Tenggara.

Kapal perang kelas Formidable di Angkatan Laut Singapura terdiri dari enam unit dengan kemampuan multiperan (multirole) dan siluman (stealth).

Baca Juga: Marinir di Papua Kumpulkan Tokoh Masyarakat, Cegah Perkembangan Gerakan Separatis

Fregat buatan Prancis ini punya bobot 3.200 ton. Meskipun desainnya minimalis, kelengkapan senjata RSS Supreme tergolong menakutkan, seperti rudal anti-kapal RGM-84C Harpoon, rudal (SAM) MBDA Aster 15/30 yang diluncurkan secara Vertical Launch System (VLS).

Kemudian, ada sistem peperangan anti-kapal selam dilengkapi torpedo EuroTorp A244/S Mod 3 dengan peluncur 2× B515 triple tube. Kanon reaksi cepatnya ialah OTO Melara 76mm, tetapi yang digunakan adalah super rapid gun dengan kubah stealth. Fregat ini juga dibekali helikopter tempur anti-kapal selam SH-60B Seahawk. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.