HANKAM

Fregat Merah Putih Akan Perkuat Alutsista TNI AL pada 2028-2029

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali di Cilincing, Jakarta Utara. (IDM/Aini Tartinia)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, mengungkapkan fregat 'Merah Putih' Arrowhead 140 diproyeksikan bisa memperkuat TNI AL pada medio 2028-2029.

"(Pembangunan kapal) memakan waktu lima hingga enam tahun. Masih cukup lama dan harapannya bisa tercapai, terlaksana tepat waktu dan mutu," ungkap Ali di Cilincing, Jakarta, Utara, Selasa (5/9).

Baca Juga: HUT ke-78 TNI AL, 13.500 Prajurit Terjun Bersihkan Sungai

Ia mengatakan, kerja sama PT PAL dan Babcock International untuk menggodok pembuatan fregat 'Merah Putih' Arrowhead 140 merupakan kesempatan yang baik untuk kedua belah pihak. "Antara Inggris maupun Indonesia (saling) melaksanakan transfer of technology dan knowledge untuk pembangunan kapal fregat," kata Ali.

Sebelumnya, pada Agustus lalu PT PAL menggelar seremoni keel laying yang menandai dimulainya produksi pertama dari dua unit fregat 'Merah Putih' yang memiliki panjang 140 meter dan bobot 5.996 ton itu.

Indonesia hanya membeli desain kapal dari Babcock International dan selanjutnya pembangunan dilakukan PT PAL dengan asistensi perusahaan asal Inggris tersebut. Desain fregat jenis general purpose ini dikembangkan dari Arrowhead Inggris 140 atau Iver Huitfeldt Denmark.

Baca Juga: Upacara Militer HUT ke-78 TNI AL Akan Digelar di Surabaya

Sejumlah sistem persenjataan diusulkan untuk memenuhi kebutuhan kapal, meliputi sistem peluncuran vertikal 12 sel (VLS) untuk rudal permukaan-ke-udara jarak menengah (SAM). Lalu, VLS terpisah 12 sel untuk SAM jarak jauh, VLS 16 sel untuk rudal permukaan-ke-permukaan, dua meriam laut 76 mm, dan sistem senjata jarak dekat 35 mm (CIWS).

Bahkan, rencananya fregat 'Merah Putih' juga akan dilengkapi sistem manajemen pertempuran atau combat management system (Advent CMS), produksi perusahaan perangkat lunak dan teknologi sistem informasi asal Turki, Havelsan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.