Filipina Pesan Dua Kapal LPD ke PT PAL, Unit Pertama akan Diluncurkan Akhir Bulan Ini

Jakarta, IDM – Filipina memesan dua kapal perang bertipe landing platform dock (LPD) ke PT PAL Indonesia. Saat ini, proses pembangunan unit pertama LPD dengan panjang 124 meter tersebut sedang dikerjakan di galangan PT PAL, Surabaya, Jawa Timur.
LPD unit pertama dijadwalkan akan launching atau diluncurkan pada akhir Juni ini.
“Kami akan launching pada 30 Juni (2026). Ini pembangunannya (sudah) enam bulan,” ujar Direktur Utama PT PAL Kaharuddin Djenod kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Rabu (24/6).
Baca Juga: TNI AL Kirim Prajurit ke RIMPAC 2026 AS, Perkuat Diplomasi Pertahanan di Pasifik
Kontrak pengadaan dua unit kapal LPD generasi lanjutan untuk Philippine Navy tersebut diproduksi sepenuhnya di galangan PT PAL.
Djenod mengatakan, proyek dua kapal LPD Angkatan Laut Filipina ini mencerminkan kesiapan fasilitas produksi, optimalisasi manajemen rantai pasok, dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) PT PAL dalam memenuhi target proyek tanpa mengabaikan standar kualitas internasional.
"Akselerasi luar biasa ini menjadi bukti nyata dari kapabilitas dan integritas tinggi yang melekat di insan PT PAL. Di tengah target timeline yang ketat, semangat persatuan ditunjukkan oleh seluruh tim engineering, produksi, hingga manajemen, yang bekerja bahu-membahu demi memastikan mahakarya alutsista ini dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat mutu,” ujar Djenod.
PT PAL berhasil memangkas dock time hanya dalam waktu enam bulan. Pencapaian ini lebih efisien dibandingkan pembangunan dua kapal pesanan Filipina sebelumnya, yakni Strategic Sealift Vessel (SSV) BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602).
Baca Juga: Wakil KSAD Sebut Kehadiran Yon TP untuk Perkuat Pertahanan Wilayah
“Pembangunan landing dock (LD) Philippines #1 memiliki makna strategis bagi penguatan kerja sama pertahanan Indonesia dan Filipina. Terlebih, proyek ini merupakan kontrak lanjutan (repeat order), yang menjadi indikator nyata kepuasan pengguna terhadap kualitas produk, ketepatan pengiriman, dan dukungan layanan yang diberikan PT PAL,” kata Djenod.
Peluncuran akhir bulan nanti menandai selesainya fase konstruksi utama platform kapal sekaligus mengonfirmasi kesiapan kapal untuk memasuki tahapan berikutnya.
Setelah diluncurkan, kapal akan menjalani serangkaian pekerjaan lanjutan, termasuk penyelesaian sistem dan integrasi peralatan, sebelum memasuki fase pengujian performa di laut (sea trial).
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































