HANKAM

Evakuasi Hari Kedua, TNI AU Kembali Berhasil Membawa 355 WNI dan 17 WNA dari Sudan

evakuasi
Ratusan WNI yang berhasil dievakuasi oleh TNI AU dari Port Sudan dan tiba Jeddah Arab Saudi. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM - Misi kemanusiaan yang diemban oleh TNI Angkatan Udara (TNI AU) kembali berlanjut. Pada proses evakuasi hari kedua, TNI AU berhasil membawa 355 warga negara Indonesia (WNI) dari Port Sudan menuju Jeddah Arab Saudi, Jumat (28/4).

Selain WNI, pesawat Boeing-737 milik TNI AU juga turut mengangkut 17 warga negara asing (WNA) keluar dari Sudan pada proses evakuasi kali ini. Melansir keterangan Dispenau yang diterima redaksi IDM, Sabtu (29/4), belasan WNA tersebut berasal dari Bangladesh, Filipina, Australia, dan Djibouti. Sesampainya di Jeddah, mereka akan melanjutkan perjalanan untuk kembali ke negara masing-masing dengan menggunakan pesawat komersial.

Dengan demikian, secara total TNI AU berhasil mengevakuasi 372 orang pada evakuasi hari kedua. Proses evakuasi tersebut dilakukan dengan empat sorties penerbangan melalui rute Jeddah – Port Sudan – Jeddah.

Baca Juga: Upacara Penyerahaan Pasukan Kopassus Kepada Danjen yang Baru

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah menjelaskan jika penerbangan sortie keempat yang dilakukan pada Jumat (28/4) kemarin merupakan tahap terakhir evakuasi dengan rute Jeddah – Port Sudan – Jeddah. Selanjutnya, akan dilakukan proses pemulangan WNI ke tanah air dari Jeddah ke Jakarta.

evakuasi
Ratusan WNI yang dievakuasi oleh TNI AU dari Port Sudan. (Foto: Dok. Dispenau)

"Proses evakuasi WNI akan dilanjutkan (dengan) pemulangan ke tanah air, yang direncanakan dilaksanakan pada 30 April 2023, menggunakan pesawat komersial dan sebagian pesawat Boeing A-7305 TNI AU," ujar Kadispenau.

Seluruh tahapan evakuasi dari Jeddah menuju tanah air diharapkan dapat berjalan dengan aman dan lancar. “Tim evakuasi masih akan terus berkoordinasi ketat dengan berbagai pihak terkait, seperti Kementerian Luar Negeri, Mabes TNI, kru pesawat B-737 A-7305 dan juga Konjen RI di Jeddah,” tambah Indan.

Baca Juga: Waaspotdirga KSAU: Komcad Merupakan Kekuatan Pendukung TNI

Dalam misi evakuasi WNI dari Sudan, TNI melalui TNI AU mengerahkan satu unit pesawat Boeing 737-400 dengan tail number A-7305 dari Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Adapun Kolonel Pnb Noto Castono bertindak sebagai mission commander pada misi kali ini.

Secara umum, jumlah personel yang tergabung dalam satgas ini sebanyak 39 orang, termasuk di dalamnya kru pesawat, personel Satbravo-90 Kopasgat, tim kesehatan, psikolog, BAIS TNI, Puspen TNI dan staf Kementerian Luar Negeri (Kemlu). (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.