HANKAM

Entry Briefing Usai Pelantikan, KSAU Bertekad Wujudkan TNI AU yang AMPUH

KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono saat entry briefing pasca pelantikan. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menggelar entry briefing usai resmi dilantik sebagai pimpinan tertinggi TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Entry briefing tersebut digelar di GSG Suharnoko Harbani, Mabesau, Selasa (16/4) dan dihadiri oleh para pejabat TNI AU secara luring serta daring.

“Mandat dan kepercayaan sebagai Kepala Staf Angkatan Udara ini merupakan amanah dan tanggung jawab besar, serta tugas luhur untuk meneruskan estafet kepemimpinan TNI Angkatan Udara,” kata Tonny mengawali sambutannya.

Baca Juga: Antisipasi Dinamika Tugas, KSAU Ingatkan Prajurit TNI AU untuk Bekerja Secara Profesional

Di bawah kepemimpinannya, Tonny bertekad untuk mewujudkan TNI AU yang AMPUH dalam menjaga kedaulatan NKRI dan stabilitas keamanan di kawasan. AMPUH merupakan singkatan dari Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis.

Selain itu, ia berkomitmen untuk melanjutkan dan memperkaya warisan prestasi yang telah ditorehkan oleh para pendahulu.

KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono
Entry briefing KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Lebih dari itu, Tonny juga bertekad untuk mengembangkan kekuatan serta kemampuan TNI AU melalui 12 fokus program yang akan digiatkan. Untuk itu, KSAU meminta dukungan dan kolaborasi dari semua pihak untuk mencapai tujuan strategis TNI AU tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Tonny kembali mengulas arahan dari Presiden RI Joko Widodo; Menteri Pertahanan Prabowo Subianto; dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto agar dipedomani oleh seluruh personel TNI AU.

Baca Juga: TNI AL Uji Coba Drone Thermal untuk Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG

Menutup entry briefing-nya, KSAU menyampaikan tujuh perintah harian untuk menjadi pedoman dan dapat dilaksanakan oleh seluruh prajurit serta PNS TNI AU. Pertama, menempatkan iman dan takwa kepada Tuhan YME sebagai landasan utama. Kedua, memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI sebagai landasan moral prajurit.

Ketiga, meningkatkan pemahaman keselamatan terbang dan kerja, serta bangun budaya safety yang generatif. Keempat, mengembangkan kreatifitas untuk menciptakan terobosan baru demi kemajuan organisasi. Kelima, meningkatkan profesionalisme untuk membangun individu yang memiliki kompetensi tinggi.

“Keenam, implementasikan nilai-nilai kebaikan untuk membangun karakter yang kuat dan unggul. Ketujuh, junjung tinggi nilai humanisme agar TNI AU semakin dekat dan dicintai rakyat,” pungkas KSAU. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.