HANKAM

Enam Perwira TNI AL Siap Menjadi Ahli Perperangan Ranjau

Komandan Pusdiklapa Kodiklatal, Kolonel Laut (P) Akhmad Alif
Komandan Pusdiklapa Kodiklatal, Kolonel Laut (P) Akhmad Alif resmi menutup kursus Perwira Peperangan Ranjau 2023 di Surabaya, Selasa (14/11). (Foto: Dok. Pen Kodiklatal)

Jakarta, IDM - Sebanyak 6 perwira siswa berhasil memiliki kemampuan peperangan ranjau pascamengikuti kursus di Pusat Pendidikan Lanjutan Perwira (Pusdiklapa) Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AL (Kodiklatal).

Setelah keenam prajurit berhasil menuntaskan kursus Perwira Peperangan Laut 2023 selama 3,5 bulan, pendidikan tersebut resmi ditutup oleh Komandan Pusdiklapa Kodiklatal Kolonel Laut (P) Akhmad Alif Saifuddin Z di Surabaya, Selasa (14/11).

"Penutupan kursus ini menjadi awal perjalanan dalam meraih prestasi profesi kedinasan dan pengabdian para perwira kepada TNI AL, bangsa, dan negara," ujarnya dikutip dari keterangan Pen Kodiklatal, Kamis (16/11).

Baca Juga: Pesan KSAD untuk Para Petembak AARM di Kopassus

Lebih lanjut, Akhmad menjelaskan penutupan kursus ini merupakan langkah awal para perwira menuju medan pengabdian yang sebenarnya, yakni bertugas di sejumlah kapal pemburu dan penyapu ranjau TNI AL.

"Sebagai seorang perwira peperangan ranjau perlu memiliki modal awal, yakni kompetensi, integritas, karakter pribadi unggul dan tangguh yang sangat diperlukan dalam menjawab dan menghadapi tantangan serta tugas yang semakin berat," tegasnya.

Menurutnya, era digitalisasi telah membawa prajurit semakin kritis dan terbuka. Sebagai konsekuensi dari bangsa yang majemuk, ia menilai berbagai permasalahan di bidang pertahanan dan keamanan semakin dinamis dan kompleks.

Baca Juga: Daftar 13 Kapal Perang dalam Glagaspur Tingkat III Satkor dan Satfib Koarmada II

"Oleh karena itu, seorang perwira harus mampu membawa perubahan di lingkungan tugas masing-masing srta mampu segera menyesuaikan diri dengan perkembangan lingkungan yang dinamis," kata Akhmad.

Akhmad pun berharap berbagai materi pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti kursus mampu dijadikan bekal juga dapat diaplikasikan secara optimal di tempat penugasan.

"Sehingga para perwira akan mampu menyelesaikan tugas dan kepercayaan yang telah diberikan. Walaupun tidak menjadi yang terbaik, tetapi selesaikan dengan akhir yang baik dan membanggakan," tandasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.