Enam Jenderal TNI Sandang Brevet Kehormatan Kavaleri Marinir, Siapa Saja?

Jakarta, IDM - Komandan Resimen Kavaleri 1 Marinir Kolonel (Mar) Wisnu Syogo, memberikan brevet kehormatan Kavaleri Marinir kepada enam Jendral TNI di Ksatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, Selasa (14/3).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Rabu (15/3), pemberian brevet kehormatan tersebut adalah rangkaian kegiatan kunjungan perwira siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LI Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI di Bhumi Marinir Cilandak.

Keenam jendral yang disematkan brevet kehormatan tersebut ialah Brigjen TNI Setio Budi Raharjo, Brigjen TNI Nugroho Djati Waluyo, Brigjen TNI M Syech Ismed, Marsma TNI Djoko Hadipurwanto, Laksma TNI Djatmoko, dan Brigjen TNI Budi Hariswanto, S.
Mereka semua menyampaikan kebanggaannya karena bisa menyandang brevet dan menjadi bagian dari keluarga besar "Roda Rantai" Kavaleri Marinir.
Baca Juga: Gelar Latgakkumla, Danpuslatopsla Bahas Hukum dan Konflik Laut Cina Selatan
Wisnu menyampaikan rasa bangga bisa menyematkan brevet kehormatan Kavaleri Marinir kepada enam jendral sekaligus dalam satu momen kegiatan. "Saya berharap ke depannya Kavaleri Marinir bisa lebih jaya dan maju serta dikenal oleh seluruh kalangan," ujar Wisnu. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































