HANKAM

Ekspedisi Jala Citra 3 Temukan Empat Gunung Bawah Laut di Perairan Flores

KRI Spica-934
Pushidrosal mengerahkan KRI Spica-934 untuk melaksanakan Ekspedisi Jala Citra 3 di Laut Flores. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM - Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) memaparkan temuan empat gunung bawah laut (sea mount) dalam hasil sementara Ekspedisi Jala Citra 3-2023 di perairan Laut Flores.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pemapar KRI Spica-934 Mayor Laut (P) Danar Judas P dalam diskusi ilmiah yang diselenggarakan di Universitas Nusa Cendana, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (9/5).

Dari tiga etape yang dilaksanakan tim survei selama 4 April-6 Mei di Selat Pantar, Laut Flores hingga Selat Ombai, diperoleh hasil investigasi di 29 titik atau lokasi yang empat di antaranya adalah temuan gunung bawah laut.

Baca Juga: Selain Dabo Singkep, Situbondo Juga Jadi Daerah Latgab TNI 2023

Misal, pada lokasi nomor 3 di arah tenggara Gunung Batutara, ditemukan gunung bawah laut 'Abang Komba' di kedalaman paling dangkal (least depth) 124.6 meter dengan tinggi objek gunung 2375.4 meter.

"Periode akuisisi (penelitian) dilakukan dari 5-7 April selama 15 jam. Luas area akuisisi 803.84 km persegi," jelas Danar dikutip dari YouTube Pushidrosal.

gunung bawah laut
Objek 3D gunung bawah laut 'Baruna Komba'. (Foto: Dok. YouTube Pushidrosal)

Kemudian, lokasi nomor 3 di kedalaman paling dangkal 185.3 meter, juga ditemukan gunung bawah laut 'Baruna Komba' dengan tinggi 2.416 meter. Penelitian di titik ini dilaksanakan pada 6 April selama tujuh jam.

"Jika mengacu pada dokumen International Hydrographic Organization (IHO) B6, objek tersebut sudah melebihi 1.000 meter dan dapat diklasifikasikan sebagai sea mount," paparnya.

Baca Juga: Pangdam III/Siliwangi Kenalkan Konsep Modernisasi Manajemen Pertempuran ke Danpuslatpur

Lalu, di lokasi nomor 20 juga ditemukan gunung bawah laut dengan luas area akuisisi 600 km persegi. Tinggi gunung yang belum diberikan nama itu sekitar 2.418.7 meter, terletak di kedalaman paling dangkal 1481.33 meter di selatan Pulau Madu, Laut Flores.

Kemudian, lokasi nomor 27 di tenggara Pulau Lembata, awalnya terdapat empat objek yang diinvestigasi. Jika merujuk pada peta saat ini, dua di antaranya adalah pulau tanpa nama.

"Setelah investigasi, pulau tersebut sudah tidak ada. Namun, terdapat hasil gunung bawah laut dengan least depth 273.36 meter dan tinggi 1726.7 meter," ujarnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.