E-pipakabel: Sistem Digitalisasi untuk Pengelolaan Pipa Kabel Bawah Laut

Jakarta, IDM - Pada bulan kemarin, Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat, mengungkapkan bakal meluncurkan aplikasi e-pipakabel untuk mendukung pemasangan pipa dan kabel bawah laut yang lebih tertata.
Aplikasi tersebut baru saja diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidan Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) RI Luhut Binsar Pandjaitan di Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta, Senin (6/3).
Mengutip dari keterangan pers Pushidrosal, Kamis (9/3), e-pipakabel ialah aplikasi sistem informasi yang memudahkan proses monitoring sebagai bentuk transparansi dalam tahapan pelaksanaan mekanisme penyelenggaraan pendirian dan atau penempatan bangunan dan instalasi di laut.
"E-pipakabel adalah penjabaran dan implementasi dari Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 42 tahun 2022," demikian keterangan Pushidrosal.
Peresmian e-pipakabel ini dikarenakan kondisi jalur pipa atau kabel bawah laut di seluruh wilayah perairan Indonesia masih belum tertata rapi, sehingga dapat menimbulkan masalah teknis, keselamatan pelayaran, pertahanan dan keamanan, perlindungan lingkungan laut serta aspek politis.
"Dapat menimbulkan disefisiensi pemanfaatan ruang laut, secara realita kondisi pipa atau kabel bawah laut yang tergelar dapat dilihat dalam peta laut Indonesia," jelas keterangan tersebut.
Baca Juga: Atlet Panahan Korps Marinir Raih Prestasi di Selangor Malaysia
Hal tersebut membuat pemerintah mengupayakan menata kondisi pipa dan kabel bawah laut. Penataan alur pipa dan kabel bawah laut di Indonesia yang saat ini dilakukan pemerintah, bertujuan menata ruang wilayah laut Indonesia agar bisa dimanfaatkan secara optimal.
"E-pipakabel akan memudahkan proses monitoring sebagai bentuk transparansi dalam tahapan pelaksanaan mekanisme penyelenggaraan pendirian instalasi di laut," ujar keterangan Pushidrosal. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































