Keamanan kawasan maritim kini menjadi fokus utama Indonesia dan Australia. Menyadari tingginya potensi kerawanan di sektor maritim modern, TNI AL bersama Angkatan Laut Australia tengah menjajaki sinergi baru untuk memproteksi infrastruktur vital di dasar laut.
Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) mengumpulkan sejumlah kementerian dan lembaga dalam rapat koordinasi tim nasional pengelolaan penyelenggaraan pipa dan kabel bawah laut. Rapat ini membahas penyusunan Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres) tentang alur pengelolaan pipa dan kabel bawah laut, Jakarta, Selasa (18/11).
Aliansi pertahanan NATO meluncurkan operasi baru untuk melindungi kabel bawah laut di wilayah Baltik. Hal itu dilakukan karena kekhawatiran akan sabotase lainnya, yang diduga berkaitan dengan Rusia pada tahun lalu.
Pada bulan kemarin, Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat, mengungkapkan bakal meluncurkan aplikasi e-pipakabel untuk mendukung pemasangan pipa dan kabel bawah laut yang lebih tertata.