Dynamic Pegasus TNI AU, Tim Aerobatik Pertama di Asia Tenggara dengan Helikopter

Jakarta, IDM - Dynamic Pegasus menjadi salah satu tim aerobatik kebanggaan TNI Angkatan Udara (TNI AU). Bagaimana tidak? Indonesia patut berbangga pasalnya Dynamic Pegasus merupakan tim aerobatik pertama di Asia Tenggara yang unjuk aksi dan menyuguhkan sejumlah manuver udara dengan menggunakan pesawat rotary wing atau helikopter.
Sehari-hari, tim ini bermarkas di Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma, Kalijati, Subang. Saat menunjukkan kebolehan dalam melakukan manuver udara, Dynamic Pegasus mengerahkan Helikopter EC-120B Colibri buatan Airbus Helicopter, Prancis.
Baca Juga: KSAD Buka Kejuaraan Tenis Meja Total Hadiah 220 Juta
Tampil dengan helikopter tidaklah mudah karena dibutuhkan keterampilan yang mumpuni. Untuk itu, seorang pilot Dynamic Pegasus harus memiliki kualifikasi sebagai instruktur penerbang dan memiliki sedikitnya 2.000 jam terbang.

Dalam atraksinya, tim aerobatik ini biasanya tampil dengan formasi enam pesawat. Berbeda dengan tim aerobatik yang menggunakan fix wing, tampil dengan helikopter justru memungkinkan para penerbang untuk mempertunjukkan show pesawat sejak dari ground.
Hal ini tidak terlepas dari dimensi yang dimiliki oleh helikopter, yakni depan-belakang, kiri-kanan, dan atas bawah, di mana dimensi tersebut tidak dimiliki oleh pesawat fix wing.
Baca Juga: Alumni Akabri 1989 bersama TNI AL Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur
Menilik sejarah, tim Dynamic Pegasus sempat menyemarakkan gelaran HUT ke-66 TNI AU di Lanud Halimperdanakusuma, Jakarta pada 9 April 2012. Tahun 2012 tersebut lah yang menjadi tongak sejarah pembentukan tim ini secara resmi.
Bukan sekadar tim aerobatik, keberadaan Dynamic Pegasus sekaligus menjadi bukti profesionalisme dan kemampuan para penerbang Skadron Udara 7 dalam mengawaki alutsista TNI AU. (yas)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































