HANKAM

Dukung Strategi Transformasi Bangsa, TNI AD Ditugaskan Tanam Jagung-Padi dan TNI AL Urus Kedelai

Panen raya kedelai
Panen raya kedelai yang digelar TNI AL di Nganjuk. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan bahwa prajurit TNI dikerahkan untuk mendukung swasembada pangan.

Hal ini disampaikan Menhan Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5).

Baca Juga: TNI AL Cetak 240 Perwira Remaja Baru Bergelar Sarjana Terapan Pertahanan

“Untuk (TNI) Angkatan Darat, tugasnya pertanian (menanam) jagung dan padi, selain palawija. (TNI) Angkatan Laut kedelai,” ujar Sjafrie.

Pelibatan TNI tersebut, kata Sjafrie, untuk menekan angka impor, khususnya komoditas kedelai.

“Ini yang kita kejar target ini, sehingga kita bisa menjadi produsen kedelai, mendukung swasembada pangan, kerja sama dengan Kementerian Pertanian. Itu khusus untuk mencegah impor kedelai,” kata Sjafrie.

Terbaru, TNI AL menggelar panen raya kedelai di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (14/5).

Sjafrie mengatakan, pelibatan TNI dalam program swasembada pangan merupakan wujud komitmen untuk mendukung strategi transformasi bangsa, sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan UU Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI.

Baca Juga: Pemerintah Bangun “Marshalling Area” di Lanud Halim Perdanakusuma untuk Pelatihan Komcad ASN

“Kami ingin menjadi safety belt (sabuk pengaman) dalam rangka mengamankan strategi transformasi bangsa, di dalamnya ada swasembada pangan, swasembada energi, koperasi desa hingga desa nelayan. Nah, kami adalah sabuk pengaman,” ujar Sjafrie.

Selain sebagai sabuk pengaman, TNI juga ingin berkontribusi secara langsung dalam program-program pemerintah, termasuk makan bergizi gratis (MBG). (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.