Dukung Operasional Tugas, Lanud Anang Busra Terima Bantuan Kendaraan Dinas dari Kemhan

Jakarta, IDM - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI memberikan bantuan operasional berupa delapan kendaraan dinas untuk Lanud Anang Busra, Tarakan, Kalimantan Utara.
Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Komandan Lanud Anang Busra, Kolonel Pnb Bambang Sudewo kepada perwakilan personel saat apel luar biasa yang digelar di Mako Lanud Anang Busra, Rabu (20/3).
Baca Juga: TNI AL dan Kapal Perang Fregat Belanda Akan Gelar Latihan Bersama pada Mei 2024
Dalam amanatnya, Danlanud Anang Busra mengungkap, bantuan kendaraan dinas tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah untuk kelancaran tugas di satuan kerja.
“Jaga dan rawat (kendaraan dinas) dengan baik sesuai dengan peruntukannya, sehingga kendaraan dapat selalu siap serta berfungsi dengan baik setiap saat digunakan,” sambung dia.
Baca Juga: Koarmada III Serahkan 2 Kapal Patkamla Baru ke Lantamal XIV
Bambang juga berpesan agar setiap satuan kerja (Satker) yang menerima bantuan kendaraan dinas tersebut dapat bertanggung jawab serta peduli dengan kondisinya. Untuk itu, ia menginstruksikan Satker-satker itu untuk melakukan pemeliharaan dan perawatan kendaraan secara berkala. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































